Buka-Bukaan Polri Soal Aliran Dana Dugaan TPPU Bachtiar Nasir


SURATKABAR.ID – Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa pihak penyidik Bareskrim sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan ahli dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menyeret Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) sebagai tersangka.

Selain itu, seperti yang dirangkum dari laman JPNN.com pada Rabu (8/5/2019), penyidik juga bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna melacak aliran dana yayasan yang digunakan Bachtiar Nasir untuk keperluan pribadi.

“UBN mencairkan uang sejumlah Rp 1 miliar ke salah satu bank. Kemudian uang itu digunakan tidak sesuai dengan peruntukkan yayasan atau tidak seizin yayasan, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujar Dedi ditemui di Bareskrim Polri, pada Rabu (8/5).

Disinggung mengenai bantahan yang dilontarkan kuasa humum terkait tidak adanya unsur pencucian uang, Dedi meminta agar hal tersebut dibuktikan secara langsung saat sidang digelar nanti.

Baca Juga: Prabowo Beri Pesan Ini Kepada Bachtiar Nasir Sebelum Diperiksa Polisi

Dan ketika ditanyai terkait adanya aliran dana ke luar negeri seperti yang beberapa waktu sebelumnya ramai diperbincangkan, Dedi dengan tegas mengatakan bahwa pihak penyidil belum bisa menemukan bukti terkait hal tersebut.

“Sementara ini belum ke arah situ (aliran dana ke Suriah). Yang jelas saat ini sudah dibuktikan adalah uang senilai Rp 1 miliar untuk berbagai macam kegiatan yang dilakukan Saudara UBN,” tandas pria yang pernah menjabat sebagai Wakapolda Kalimantan Tengah tersebut.

Bachtiar Nasir Mangkir Panggilan Pertama Bareskrim

Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) dipastikan berhalangan hadir dalam pemeriksaan perdana dengan statusnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) di Bareskrim Polri pada Rabu (8/5).

“Beliau (UBN) berhalangan,” jelas salah seorang kuasa hukum UBN, Aziz Yanuar, ketika ditemui untuk dimintai konfirmasi pada Rabu.

Terkait mangkirnya UBN dalam pemeriksaan pertama ini ramai beredar kabar ada kaitannya dengan pertemuan sang ustaz dengan Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto. Akan tetapi rumor tersebut langsung dimuntahkan oleh Aziz.

“Enggak benar,” tandas Aziz.

Namun demikian, Aziz tak menampik jika hari ini memang ada pertemuan antara Prabowo dan UBN. “Kalau ada agenda mungkin ketemu (Prabowo) biasa, tetapi bukan itu sebab halangannya,” jawab Aziz dengan tegas.