Dugaan Suap Jual Beli Jabatan, Menag Lukman Hakim Kembali Diperiksa KPK


SURATKABAR.ID – Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin kembali dijadwalkan menjalani pemeriksaan oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini, Rabu (08/05/2019). Lukman akan diperiksa sehubungan kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama yang juga ikut melibatkan mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy (Rommy).

Mengutip laporan CNNIndonesia.com, Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Romahurmuziy (Rommy). Meski Lukman tak banyak berkomentar, dia berusaha memenuhi panggilan pemeriksaan KPK hari ini.

“Insyaallah (datang),” ucap Lukman saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (07/05/2019) kemarin.

Sebelumnya, KPK juga telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Lukman pada 24 April lalu. Namun dia tak hadir dengan alasan ada kegiatan lain, hingga panggilan pemeriksaan dilakukan pada hari ini.

Lukman menyatakan akan membawa sejumlah dokumen yang dibutuhkan KPK demi kepentingan penyelidikan.

Baca juga: Mengejutkan! Usai Diperiksa, Rommy Malah Beri Komentar Soal Pemilu 2019

Sebelumnya, KPK melalui tim Biro Hukum menuturkan Lukman menerima Rp 10 juta berkenaan kasus suap pengisian jabatan di lingkungan Kemenag.

Hal ini terungkap dalam jawaban tim Biro Hukum KPK atas permohonan praperadilan yang diajukan Romi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (07/05/2019).

“Pada 9 Maret 2019 Lukman Hakim Syaifuddin menerima uang Rp10 juta dari Haris Hasanudin saat kunjungan Menteri Agama ke salah satu pesantren Tebu Ireng Jombang sebagai kompensasi atas terpilihnya Haris Hasanudin sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim,” ujar anggota tim Biro Hukum KPK Efi Laila di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sejak Desember 2018 hingga Maret 2019, terdapat rangkaian proses seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kemenag. Ini termasuk untuk jabatan Kakanwil Jatim. Adapun salah satu peserta seleksinya ialah Haris Hasanudin yang saat itu menjabat sebagai PLT Kemenag Jatim.

Melalui Gugus Joko Waskito selaku staf Menag, Haris Hasanuddin memberi masukan kepada Menag soal kendala persyaratan yang dia hadapi. Haris pun meminta bantuan agar tetap bisa mengikuti seleksi yang diselenggarakan.

“Selain itu, Haris Hasanuddin dengan difasilitasi oleh Musyafak Noer (Ketua DPW PPP Jatim) menemui Lukman Hakim Saifuddin dan Romahurmuziy, kemudian menceritakan mengenai kendala yang di hadapinya terkait dengan persyaratan mengikuti Seleksi Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan Kemenag,” sebut Efi.

Lukman dan Rommy menyatakan akan membantu Haris dalam proses seleksi yang dimaksud. Lalu pada 3 Januari lalu, Haris dinyatakan lulus seleksi administrasi untuk Kakanwil Jawa Timur.

“Pada 11 Januari 2019, Muh Muafaq Wirahadi dilantik menjadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik,” beber Efi.

Di akhir Januari 2019, Ketua KASN memberikan rekomendasi kepada Menag agar membatalkan kelulusan Haris. Namun Lukman menyampaikan, Haris telah mengikuti tahapan seleksi dan masuk dalam peringkat tiga besar sehingga dapat dipertimbangkan untuk ke tahap selanjutnya.

Selain itu, Lukman juga meminta Ketua KASN menerbitkan surat rekomendasi untuk Haris. Pada 6 Februari 2019, Haris Hasanuddin menemui Rommy di rumahnya, Condet, Jakarta Timur. Ia menyerahkan uang tunai Rp 250 juta yang disimpan dalam tas jinjing warna hitam sebagai tanda terima kasih.

“Juga sebagai tanda kontribusi Haris Hasanuddin pada PPP karena sudah dibantu dalam proses Seleksi Jabatan Tinggi Pratama di Lingkungan Kemenag untuk posisi jabatan Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim,” imbuh Efi kemudian.

Pada 5 Maret 2019, Haris Hasanuddin dilantik sebagai Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur oleh Menag.

“Haris Hasanuddin mengirim pesan kepada Romahurmuziy dan menyampaikan ‘Ass wr wb Alhamdulillah dg Bantuan yg sangat luar biasa dari panjenengan dan Menag akhirnya sore ini sy selesai dilantik selanjutnya mohon arahan dan siap terus perkuat barisan PPP khususnya Jawa Timur’,” tambah Efi.

KPK dalam kasus ini telah menetapkan tiga tersangka. Rommy, diduga sebagai pihak yang menerima suap. Sedangkan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin (HRS) diduga sebagai pemberi suap.