Penderita Gangguan Jiwa Pemakan Jari Ini Dapat Hadiah dari Gubernur Khofifah


SURATKABAR.ID – Wiji Fitriani, wanita penderita gangguan jiwa yang sering memakan jari tangannya sendiri di Kediri, menerima sebuah hadiah spesial dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Hadiah tersebut berupa tasbih.

“Semoga dengan tasbih ini bisa membuat hati Fitri lebih tenang, apalagi sekarang bulan puasa,” ujar Khofifah di hadapan Fitri sembari menyerahkan tasbih berwarna hijau di ruangan perawatan khusus di RSJ Menur, Surabaya, dikutip Liputan6.com dari Antara pada Selasa (7/5/2019).

Fitri sendiri merebut perhatian banyak pihak, termasuk dari pemerintah karena video yang memperlihatkan kedua tangannya berbalut perban viral di media sosial dan ramai diperbincangkan para pengguna jagat maya.

Dalam unggahan video viral tersebut terungkap bahwa jari-jari Fitri saat ini sudah habis gara-gara mengalami infeksi akibat luka yang dideritanya lantaran sering dimakan sendiri apabila ia merasa kelaparan.

Hingga sebelum ini, Fitri disebutkan hanya tinggal berdua saja dengan sang nenek, Jirah (60). Mereka mengandalkan uluran tangan dari para tetangga di sekitar tempat tinggal demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga: Wabah Misterius dan Mematikan Serang 60 Warga Sulsel, Gejala Aneh Hingga Ruqyah

Sejak 21 April lalu, pemerintah membawa Fitri ke RSJ Menur untuk mendapatkan perawatan dari tim dokter yang mendapat perintah khusus untuk membantuproses penyembuhannya. Sejak dirawat, kondisi kesehatan Fitri juga perlahan sudah mengalami kemajuan.

“Sudah ada tim dokter menanganinya dan syukurlah seperti yang kita lihat tadi bahwa komunikasinya sudah lancar, kondisinya juga berangsur membaik. Dan yang penting obat tidak boleh telat,” tutur Khofifah.

Sementara itu, ketika Gubernur Jawa Timur membesuknya di ruangan, Fitri yang meski jari tangannya masih dalam balutan kain biru sempat meminta bakso. Ia juga mengungkapkan ingin bisa segera pulang ke tempat asalnya.

Fitri juga mendapat kesempatan dikalungi tasbih dan disemangati oleh wanita nomor 1 di Pemerintahan Provinsi Jatim untuk segera sehat dan bisa kembali hidup dengan normal seperti manusia lain pada umumnya.

Di lokasi yang sama, dr Lila Nurmayanti selaku dokter khusus yang bertanggung jawab menangani Fitri mengungkapkan bahwa pasiennya tersebut sekarang sudah mulai bisa berkomunikasi menggunakan bahasa yang tertata. Selain itu Fitri juga tak pernah kambuh selama dua pekan terakhir.

“Awalnya memang parah, tapi sekarang sudah mulai bisa dikontrol dan minum obat juga teratur,” ujar dr Lila.