Berat Badan Naik Selama Puasa? Ternyata Kebiasaan Ini Penyebabnya!


SURATKABAR.ID – Ketika sebagian orang mengalami penurunan berat badan selama berpuasa di Bupan Ramadan, sejumlah orang mengaku berat badannya justru meningkat di bulan puasa. Waduh, kira-kira apa ya yang menyebabkan hal tersebut?

Seorang pakar diet di Australia, seperti yang dirangkum dari laman Republika.co.id pada Selasa (7/5/2019), mengungkapkan alasan banyak orang malah mengalami kenaikan berat badan di bulan suci Ramadan. Salah satunya adalah jenis makanan yang mereka konsumsi ketika santap buka.

Ahli gizi bernama Katherine Baqleh ini menjelaskan kepada ABC bahwa kebiasaan makan yang tidak teratur juga dapat menyebabkan berat badan seseorang naik dengan sangat mudah dibandingkan dengan orang-orang yang makan secara teratur.

“Orang-orang sepertinya akan mengkompensasi apa yang mereka lewatkan pada hari itu, sehingga akhirnya berfokus pada makanan berlemak atau berkalori tinggi agar bisa memenuhi kebutuhannya,” ujar Katherine kepada ABC.

“Kekhawatiran terbesar adalah ketika mereka mengonsumsi makanan ini di malam hari, di mana orang-orang kurang aktif sehingga banyak kalori yang dikonsumsi akhirnya disimpan,” imbuh Katherine.

Baca Juga: Jangan Sampai Terlewatkan! 7 Kuliner Nikmat Ini Hanya Ada Selama Ramadan di Indonesia

Lebih lanjut, Katherine menuturkan, semakin banyak seseorang mengonsumsi kalori, maka kadar gula darah dan kolesterol di dalam tubuh pun akan semakin tinggi. Selain itu, kebiasaan banyak makan kalori menyebabkan seseorang mengalami penurunan kualitas tidur.

Penurunan kualitas tidur pada akhirnya dapat mendorong penimbunan lemak melalui pelepasan kortisol. “Ini akan disebabkan oleh tidur dengan perut kenyang atau makan banyak di sore hari,” jelasnya.

Berbuka dengan air dan kurma yang banyak dilakukan oleh umat Muslim pun rupanya bisa dijelaskan secara sains. “Kurma cukup tinggi serat dan zat besi yang akan membantu keteraturan pola makan dan tingkat energi,” ujarnya.

Ia merekomendasikan untuk memperbanyak makanan yang kandungan protein serta karbohidratnya seimbang, seperti sayuran. “Sayuran berprotein tinggi seperti jamur, bayam, zucchini, dan terong membantu mengendalikan porsi karbohidrat di malam hari,” tutur Katherine.

Makanan yang terlalu berminyak serta tinggi kadar gula juga harus dijauhi ketika puasa. Disebutkan bahwa, ada kecenderungan kaum Muslim yang mengonsumsi gula berlebihan setiap Ramadan. Hal ini disebabkan oleh anggapan kita hanya mengonsumsi sedikit selama puasa.

Padahal, Katherine mengkhawatirkan, sangat mungkin terjadi bahwa di bulan-bulan lain kita tak terlalu banyak mengonsumsi gula seperti yang kita lakukan di Bulan Ramadan.

Sementara itu seorang imam di Melbourne, Australia, mengatakan bahwa tidak ada aturan dalam agama Islam yang melarang umat Muslim menikmati makanan enak. Akan tetapi, terlalu tenggelam dalam makanan dan gaya hidup berlebihan itu sangat dilarang, seperti yang tercantum di Al-Qur’an.

Dr Bekim Hasani dari Komunitas Islam Albania di Australia, yang juga merupakan imam di masjid di kawasan Carlton ini mengingatkan kepada seluruh umat Muslim di dunia agar tidak gila-gilaan dalam mengonsumsi makanan selama Bulan Ramadan.

“Sayangnya banyak juga di antara umat Muslim yang berat badannya naik, bukannya pahala di bulan suci ini,” ungkap Dr Bekim.