Prabowo Temui Sejumlah Media Asing, Bicarakan Kecurangan Pemilu


SURATKABAR.ID – Pertemuan tertutup dengan media asing digelar oleh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga di kediaman calon presiden (capres) Prabowo Subianto di Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (06/05/2019). Dalam pembicaraan tersebut, Prabowo menyampaikan dugaan adanya kecurangan dalam Pemilu 2019 ke media internasional.

Seperti dilansir dari laporan Republika.co.id, Selasa (07/05/2019), Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandiaga Sudirman Said menyebutkan, pertemuan itu digelar untuk menjelaskan berbagai dugaan kecurangan pada Pemilu 2019.

“Tadi pertemuan dengan wartawan asing untuk menjelaskan berbagai penyimpangan-penyimpangan kecurangan-kecurangan dan kekeliruan kekeliruan yang selama ini sudah menjadi pengetahuan kalian semua,” ungkap Sudirman di Kertanegara, Jakarta, kemarin Senin (06/05/2019).

Sudirman menurutkan, alasan digelarnya pertemuan tersebut lantaran adanya kebutuhan BPN untuk menjelaskan kepada kalangan internasional mengenai apa yang terjadi pascapemilu 17 April lalu.

Berdasarkan pantauan tim pers, sejumlah tamu undangan telah hadir sejak pukul 16.00 WIB. Sejumlah kendaraan telah terparkir di halaman kediaman mantan Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus tersebut.

Baca juga: Petugas Gabungan Turunkan 3 Baliho Ucapan Kemenangan untuk Prabowo-Sandiaga

Calon Presiden (capres) Prabowo Subianto dan calon wakil presiden (cawapres) Sandiaga Salahuddin Uno juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Namun Sandiaga lebih dulu meninggalkan acara karena harus menghadiri buka puasa bersama bersama keluarganya di kediaman sang ibunda, Jaksel.

Melalui foto yang beredar, tampak sejumlah tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Tokoh-tokoh terkait diantaranya adalah Ketua BPN Prabowo Sandiaga Djoko Santoso, politikus senior PAN Amien Rais, pakar ekonomi Rizal Ramli dan Said Didu. Ikut hadir juga Ketua BPN Djoko Santoso, Direktur Hubungan Luar Negeri Irawan Ronodipuro, dan Direktur Kampanye BPN Sugiono.

Menukil IDNTimes.com, dalam kesempatan itu Prabowo menjelaskan kecurangan massif dalampesta demokrasi yang oleh pihaknya dianggap sistemik tersebut.Kecurangan itu terlihat dari pemberdayaan aparat kepolisian yang secara terang-terangan serta institusi pemerintahan seperti badan intelijen.

“Dan hal ini semua sudah banyak dibicarakan, memberikan kami bukti, mereka adalah badan penegak hukum. Kami memiliki banyak bukti dan laporan. Kecurangan surat suara seperti surat suara yang sudah dicoblos sebelum pemilu, misalnya, yang ditemukan di Malaysia, dan berikutnya hal-hal lain,” ungkapnya.

Pers Nasional Dilarang Masuk

Sementara itu, menurut laporan Kaltim.TribunNews.com, sejumlah wartawan media nasional yang datang untuk meliput dilarang masuk ke dalam kediaman capres nomor urut 02 tersebut.

Belum diketahui penyebab Prabowo melarang masuk wartawan media nasional di kediamannya. Ia hanya mempersilakan khusus pers asing saja untuk masuk. Hanya wartawan media asing yang terdaftar saja yang dapat masuk ke kediaman Prabowo. Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan secara tertutup.

Adapun tema yang dibahas dalam pertemuan itu ialah “Pemilu 2019: Bukti Kecurangan dan Artinya Bagi Demokrasi di Indonesia.”

Ditemui terpisah, menurut Sandiaga Uno, Prabowo Subianto membeberkan sejumlah dugaan kecurangan dan penipuan dalam Penyelenggaraan Pemilu 2019.

“Pak Prabowo menjelaskan penelusuran tentang beberapa laporan yang diterima berkaitan dengan irregulareties dan fraud. Kecurangan dan hal-hal anomali yang sudah dilaporkan ke penyelenggara pemilu,” ungkap Sandiaga Uno saat buka bersama di kediaman ibunya, Mien Uno, Jalan Galuh, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.