Petugas Gabungan Turunkan 3 Baliho Ucapan Kemenangan untuk Prabowo-Sandiaga


SURATKABAR.ID – Petugas gabungan di Kota Bekasi menurunkan tiga baliho ucapan selamat atas kemenangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga pada Senin (06/05/2019) kemarin. Menurut Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing, satuan personel gabungan itu terdiri dari 14 anggota Polri, 1 anggota TNI, 8 anggota Satpol PP, serta 1 anggota Panwascam (Panitia Pengawas Pemilu tingkat Kecamatan).

Sebagaimana dikutip dari reportase Kompas.com, Selasa (07/05/2019), mereka menurunkan tiga baliho yang berada di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Medan Satria, tepatnya di depan Naga Swalayan, di depan PT Denyo serta di depan Masjid Darul Muslimin.

“Benar telah dilaksanakan penurun baliho di tiga titik di Jalan Sultan Agung, baliho itu berisi ucapan selamat atas kemenangan Bapak Prabowo dan Sandiaga sebagai Presiden dan Wakil Presiden,” ungkap Erna.

Ketiga baliho tersebut diturunkan karena tidak memiliki izin serta melanggar peraturan daerah. Dalam penertiban baliho itu, personel gabungan melakukan cara persuasif agar penertiban berjalan dengan kondusif.

“Tidak sesuai aturan dan tidak berkordinasi dengan pemda, serta dari KPU belum ada pengumuman secara resmi terkait hasil pemilu, Pol PP kemudian berkordinasi dengan kami untuk penertiban,” papar Erna.

Baca juga: Unjuk Rasa, Pemuda Muhammadiyah Minta Jokowi dan Prabowo Kendalikan Massa

Sementara itu, personel gabungan terus melakukan penyisiran baliho ucapan kemenangan yang menyalahi aturan di sejumlah wilayah di Kota Bekasi.

Timbulkan Polemik di Tanjungpinang

Hal serupa juga terjadi di Tanjungpinang pada Sabtu (04/05/2019) sore, tepatnya bilangan Batu 14 Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Baliho kemenangan kubu capres cawapres 02 akhirnya diturunkan setelah adanya koordinasi pihak Panwas dengan sejumlah instansi terkait dan Tim Pemenangan capres-cawapres 02.

Hal ini dibenarkan oleh Komisioner Panwas Tanjungpinang Maryawah. Bahkan, penurunan baliho itu dilakukan oleh petugas dari Dinas Perumahan dan Permukiman Pemko Tanjungpinang.

“Sudah tidak ada masalah, penurunan ini dilakukan sesuai dengan prosedurnya,” ujar Maryawah melalui telepon, Senin (06/05/2019).

Ia lantas mengakui, sebelumnya pemasangan baliho bertuliskan “Selamat dan Sukses Atas Terpilihnya Prabowo-Sandiaga sebagai Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024” itu sempat menimbulkan polemik. Namun, begitu koordinasi beres dilakukan, baliho tersebut langsung diturunkan.

Adapun hingga berita ini dimuat, Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) capres 02 Tanjungpinang, Syahrul belum berhasil dihubungi.

Sementara itu, Komisioner KPU Kepulauan Riau Widoyo Agung mengungkapkan, kini pihaknya masih melakukan rekapitulasi penghitungan.

“Rekapitulasi masih berjalan, jadi masih proses,” tukasnya.

Baliho untuk 01 juga Diturunkan

Lebih lanjut, dua baliho ucapan selamat untuk pasangan capres dan cawapres 01 Jokowi-Ma’ruf Amin yang berada di dua lokasi di Solo, Jawa Tengah, juga diturunkan petugas Satpol PP Kota Surakarta.

Ada pun penurunan baliho ucapan selamat itu merupakan perintah Wali Kota Surakarta yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo. Penurunan baliho tersebut dilakukan untuk menciptakan suasana Kota Solo aman dan kondusif selama menunggu keputusan hasil resmi KPU yang akan diumumkan pada 22 Mei nanti.

“Saya punya komitmen yang sama. Spanduk siapapun yang masang langsung saya turunkan. Saya minta Satpol PP untuk menurunkan. Mau saya Solo tetap kondusif,” tutur Rudy di Solo, Jawa Tengah, Senin (06/05/2019).

Kedua baliho ucapan selamat untuk Jokowi-Ma’ruf yang diturunkan itu berada di kawasan Sumber, Kecamatan Banjarsari dan Jalan Gotong Royong Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres.

“Spanduk siapapun yang masang langsung saya turunkan. Saya tidak pilih-pilih. Kemarin saya keliling di sana (Banyuanyar) Sumber, ada baliho malang di tengah jalan langsung Satpol PP saya telepon untuk menurunkan. Di Kampung Sewu ada baliho dipasang tinggi saya kirim skywalker untuk menurunkannya,” tegasnya lagi.

Bahkan, ia mengaku keliling Solo setiap malam untuk memantau kemungkinan adanya pemasangan spanduk atau baliho yang dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan kotanya.

Pihaknya mengajak seluruh pendukung paslon presiden dan wakil presiden baik 01 maupun 02 untuk ikut menjaga kenyamanan Solo, karena Pemilu 2019 telah usai. Dan kini, rakyat hanya tinggal menunggu hasil keputusan resmi dari KPU.

Secara terpisah, Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Surakarta Arif Nuryanto juga mengimbau kepada tim kampanye agar tak memasang spanduk ucapan selamat kepada paslon cepres dan cawapres maupun caleg sebelum hasil keputusan KPU keluar. Hal ini dilakukaan demi menjaga ketertiban Kota Solo agar tetap kondusif.

“Kami mengimbau agar tim kampanye tidak memasang spanduk paslon atau caleg sebelum keputusan resmi dari KPU keluar. Imbauan ini sesuai arahan dari Bawaslu RI,” tandasnya.