Heroik! Ibu RT di Bekasi Ikut Kejar Teroris Bareng Tim Densus 88


    SURATKABAR.ID – Pada Minggu pagi(05/05/2019), warga Kampung Cikunir, Jatikramat, Jatiasih, Kota Bekasi dihebohkan oleh penangkapan dua orang terduga teroris. Terduga pelaku diamankan setelah sebelumnya sempat terjadi sebuah ledakan bom. Satu pelaku disebut tewas usai meledakkan diri, sedangkan yang satunya lagi ditangkap polisi tanpa perlawanan.

    Melansir laporan Tempo.co, Senin (06/05/2019), merujuk data yang didapatkan, satu orang yang dibawa masih hidup adalah Ilham Fikri alias Samuel.  Tak diketahui apa pekerjaan sehari-harinya. Sedangkan yang tewas adalah Taripudin. Diduga, keduanya terlibat dalam jaringan kelompok JAD (Jamaah Ansharut Daulah).

    Kisah heroik ikut mewarnai proses pembekukan terduga pelaku. Lela Helayati, istri dari Ketua RT 01 mengaku mengikuti proses penangkapan pelaku Taripudin yang terjebak di jalan buntu di wilayahnya. SaaT itu, ada puluhan orang bersenjata lengkap yang memburu Taripudin di perkampungan warga.

    “Di dalam ada yang mendek-mendek, itu orang yang kita cari,” tutur Lela sewaktu bertemu dengan anggota Densus.

    Lela yang ketika pukul 08.30 itu hendak berbelanja ke pasar segera memberitahukan gang-gang yang berpotensi digunakan pelaku melarikan diri.

    Baca juga: Sambut Bulan Suci Ramadhan, MUI Minta Stop Sebutan ‘Cebong-Kampret’

    “Gang ini dan gang itu jagain, enggak bakalan jauh, soalnya gang buntu,” beber Lela.

    Pelaku Meledakkan Diri

    Tak lama kemudian, polisi langsung meluncur ke titik yang disebutkan. Tapi awalnya belum membuahkan hasil.

    Lela lalu meyakinkan lagi tim kepolisian untuk masuk ke sebuah gang buntu yang terdapat makam keluarga di sana, seraya menunjukkan titik gang tersebut.

    “Pas lari ke situ, benar (pelaku) ada di sini,” imbuh Lela.

    Begitu pelaku ditemukan, Lela tak boleh lagi mendekat. Ia hanya mendengarkan suara letusan senjata tapi, tak lama kemudian muncul api.

    “Pas ditembak ada nyala api, kemudian diambilkan air seember. Warga tidak boleh ada yang mendekat, disuruh masuk semua, saya pulang,” ungkap Lela kepada rekan wartawan.

    Diketahui, proses penangkapan ini menjadi pengalaman pertama  Ibu RT tersebut dalam menangkap teroris bersama Tim Densus 88.

    “Saya juga takut, takut tertembak. Orang dibilangnya (pelaku) pakai ransel bawa bomnya. Saya takut bomnya meledak,” beber Lela kemudian.

    Sementara itu, Kepala Polres Metro Bekasi Kota, Komisaris Besar Indarto menyebut pelaku teroris yang terjebak di gang buntu itu tewas setelah meledakkan diri sewaktu hendak ditangkap. Kata Indarto, ledakan bom yang dibawa pelaku berbunyi sekeras mercon dan menimbulkan asap tebal.