Tetap Tenggelamkan Kapal, Susi: Pak Presiden Belum Perintahkan Untuk Berhenti


SURATKABAR.ID – Susi Pudjiastuti selaku Menteri Kelautan dan Perikanan memastikan sampai sekarang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memerintahkan kebijakan penenggelaman kapal ilegal yang menyusup ke perairan Nusantara (illegal fishing) dihentikan. Atas dasar hal itu, Susi menyebut dirinya tak akan mendengar siapapun yang memintanya menghentikan penenggelaman kapal.

“Karena dari Pak Jokowi masih firm, deterrence effect. Pak Presiden belum perintahkan, ‘Bu Susi penenggalaman kapal dihentikan’, belum ada perintah ke saya. Jadi selain Pak Presiden ya tidak akan saya dengar,” tandas Susi dalam pidato sambutannya yang diunggah oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada akun Twitter @KKPgoid, Sabtu (04/05/2019), melansir reportase Tempo.co, Minggu (05/05/2019).

Kemarin, Sabtu (04/05/2019), KKP telah memulai menggelar acara pemusnahan barang bukti kapal perikanan pelaku illegal fishing di Stasiun PSDKP di Kecamatan Sungai Rengas, Pontianak, Kalimantan Barat.

Rencananya, Kementerian akan menenggelamkan sebanyak 51 kapal yang telah tertangkap melakukan praktik illegal fishing di Indonesia.

Menurut penjelasan Susi, cara untuk menenggelamkan kapal lebih baik agar Indonesia bisa keluar dari persoalan lama.

Baca juga: Meski Ditentang di Indonesia, Dunia Puji Menteri Susi karena Lawan Illegal Fishing

Jalan Keluar yang Cantik

Ia menegaskan, selain bisa menimbulkan deterrence effect (efek jera yang tinggi), penenggelaman kapal pun dianggap merupakan cara yang lebih baik jika dibandingkan dengan mengurusi oknum-oknum yang membantu kegiatan illegal fishing.

“Kalau kita mau kulitin satu-satu, menangkap aparat atau oknum-oknum yang membantu dalam kegiatan ilegal ini tentu tidak akan selesai, dan tidak mudah untuk selesai. Sebetulnya ini adalah way out yang sangat cantik,” tukas Susi menandaskan.

Susi dalam pidatonya juga menyinggung orang-orang yang tak sepakat mengenai kebijakan penenggelaman kapal dan justru meminta untuk melelang kapal pencuri ikan tersebut. Ia mengimbuhkan, orang yang bersikap seperti itu ialah orang yang ragu atau tak percaya diri.

Jangan Dilelang

Susi  menambahkan, jika kapal dilelang, justru akan membuat kapal-kapal ilegal terkait jadi makin berani. Belum lagi, pelelangan kapal akan berpotensi membuat kapal yang sama kembali melakukan pencurian ikan.

“Itu sudah out of mind untuk kami tolerir lagi kejahatan terhadap negara. Jadi kalau toleran dan solider itu baik, okelah, tapi kejahatan terhadap negara berkali-kali masak ya kita mau toleran?,” sergah Susi.

Sebab itulah Susi kemudian meminta kepada seluruh pihak mulai dari Kementerian, Polair, Kejaksaan, TNI Angkatan Laut hingga Bakamla untuk satu persepsi mendukung penenggelaman kapal.

Karena cara ini sudah terbukti bisa memberi efek jera, selain juga merupakan strategi untuk menjaga kedaulatan RI di mata negara lain. Pada saat yang bersamaan, cara ini juga sekaligus merupakan jalan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di sektor perikanan.