Sindir KPU, Fadli Zon: Saya Kira Anak SMA Saja Sudah Jago


SURATKABAR.ID – Fadli Zon yang merupakan Wakil Ketua DPR RI melontarkan sindiran kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia menyampaikan, saat ini siswa SMA saja sudah jago dan lebih mahir dari tim teknologi informasi (IT) KPU dalam mengoperasikan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) alias real count.

Seperti dikutip dari laporan CNNIndonesia.com, Sabtu (04/05/2019), Fadli pun menyayangkan Situng dalam sistem real count KPU yang tidak bisa memilah-milih andai da data yang tidak valid dimasukkan operator. Sehingga mengakibatkan 224 kasus kesalahan input Situng.

Sebagai contohnya, Fadli menyebutkan ada TPS yang memiliki suara hingga ribuan. Padahal KPU membatasi satu TPS maksimal diisi 300 pemilih.

“Tidak boleh ada human error. Kalau kita ini kan sudah canggih, saya kira anak SMA saja sudah jago itu bagaimana aritmatika dan penjumlahan itu salah, kemudian tidak bisa termuat. Harusnya langsung ter-reject, sehingga harus terverifikasi,” papar Fadli saat ditemui usai mengecek server KPU di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (03/05/2019).

Alhasil,  Fadli Zon yang dikenal sebagai Politikus Partai Gerindra itu pun meminta KPU melakukan perbaikan secepatnya. Bahkan, imbuh Fadli, ia mengimbau KPU untuk menghentikan Situng untuk sementara untuk membenahinya.

Baca juga: Kini Berkoalisi, 7 Foto Kenangan Prabowo dan SBY Saat Masih di TNI Ini Jadi Sorotan

“Saya kira mestinya dihentikan dulu, perbaiki dulu sistemnya, itu saya kira dalam beberapa hari aja atau seberapa jam aja. Bisa kok, dengan apa membuat yang aneh-aneh gitu ya dengan angka yang fantastis diverifikasi,” tambah Fadli mengutarakan.

Sebelumnya, Komisioner KPU Ilham Saputra menegaskan kasus salah input data ke Situng yang dilaporkan masyarakat ke pihaknya pun langsung dibereskan.

Ilham mengatakan, persoalan salah input tersebut, khususnya Pilpres, terjadi pada dua paslon yakni Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin (nomor urut 01) dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (nomor urut 02).

Menembus Angka 199 Kasus

Kesalahan input pada Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) khusus Pilpres 2019 (real count) KPU ini menembus angka 199 kasus. Dari jumlah tersebut, suara Joko Widodo-Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sama-sama ada yang berkurang dan bertambah.

Ilham Saputra menyampaikan, jumlah tersebut merupakan hasil laporan masyarakat dan temuan KPU.

“Kesalahan entri per 1 Mei 2019 sebanyak 199 kasus,” tutur Ilham dalam keterangan tertulis, Kamis (02/05/2019).

Berdasarkan data yang dibagikan Ilham, tercatat ada 54 kasus yang berasal dari laporan masyarakat. Sementara 145 kasus lainnya merupakan hasil temuan KPU.

Ilham juga mengutarakan bahwa sebagian besar dari kasus salah input data ke Situng sudah langsung dibereskan oleh KPU.

“Sudah ada 176 kasus yang diselesaikan dan 23 lagi masih dalam proses,” katanya kemudian.

Kesalahan input data pada Situng terjadi pada suara pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf dan juga Prabowo-Sandiaga.

Rinciannya, ada 19 kasus suara paslon 01 berkurang dan 33 kasus suara paslon 01 bertambah. Lalu ada 53 kasus di mana suara paslon 02 berkurang, sedangkan 23 kasus suara paslon 02 bertambah.

Kemudian dalam 9 kasus, suara kedua paslon sama-sama berkurang. Sementara pada 11 kasus lainnya, suara 01 dan suara 02 sama-sama bertambah. Ada juga 34 kasus suara 01 bertambah dan suara 02 berkurang. Sementara hanya ada 17 kasus di mana suara 01 berkurang lalu suara 02 bertambah.