Dikabarkan Stres Setelah Bertemu Jokowi, Benarkan Imam Nahrawi Bakal Mundur dari Kabinet?


SURATKABAR.ID – Kabar soal Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang bakalan mengundurkan diri dari kursi jabatannya santer terdengar. Adapun kabar tersebut mencuat usai ia bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (30/4) lalu.

Imam Nahrawi sendiri, seperti yang dihimpun dari laman Tribunnews.com pada Rabu (1/5/2019), mengaku bahwa meski tidak ada agenda pertemuan, namun dalam kunjungan tersebut dirinya hanya bersilaturahmi kepada Jokowi.

Ketika tim Tribunnews.com menelusuri langsung ke rumah dinas Menpora Imam Nahrawi di Perumahan Menteri, Jalan Widya Chandra III Nomor 14, Jakarta Pusat, terlihat sejumlah petugas keamanan yang berjaga-jaga di tenda di depan pintu gerbang tempat tinggal Menpora Imam Nahrawi.

Terpantau setidaknya ada 8 orang yang melakukan penjagaan di sana. 3 orang di antaranya mengenakan seragam berwarna hitam, sementara 5 lainnya mengenakan pakaian bebas denga warna yang berbeda.

Baca Juga: Kasus Suap KONI, Menpora Akui Gunakan Anggaran Kementerian Untuk Biaya Umroh

Selain itu, dua pintu gerbang kediaman Menpora Imam Nahrawi juga terlihat tertutup. Sementara itu, ada tiga mobil hitam yang jaraknya tak terlalu berjauhan terpantau terparkir di halaman rumah tersebut.

Ajudan Menpora Imam Nahrawi, Hendra, yang ditemui di lokasi bersama para petugas keamanan, menjelaskan bahwa atasannya sedang tidak bisa diganggu. Namun perihal kesibukan Imam Nahrawi, Hendra tak memberi informasi lebih jauh.

“Ya adalah, sibuknya,” ujar Hendra sembari mengulaskan senyum ketika dimintai konfirmasi, pada Rabu (1/5) kemarin.

Hendra kemudian menampik tudingan yang menyebut Imam Nahrawi tengah dalam kondisi stres. “Yang stres itu yang menyebar hoaks itu. Kan jelas sudah diklarifikasi sama Pak Karding,” imbuh Hendra lebih lanjut.

Seperti yang diketahui, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebelumnya dihadirkan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam persidangan kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora ke KONI di Pengadilan Tipikor Jakarta, pada Senin (29/4) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Imam dimintai keterangan sebagai saksi kasus yang menjerat terdakwa Bendahara Umum KONI Johny E Awuy. Dalam kesaksiannya, Imam mengungkapkan pernah menerima proposal dari KONI yang berupa pendampingan terkait Asian Games dan Asian Para Games dengan jumlah dana sebesar Rp 25 miliar pada 6 Desember tahun lalu.

Akan tetapi ia mendisposisikan kepada Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana untuk terlebih dahulu mempelajari dan memproses proposal dari KONI tersebut. Imam mengaku dirinya tak menyisir lebih dalam ataupun mengawasi dana hibah tersebut.

Imam mengatakan, sebagai menteri ia tetap mengawasi dana hibah yang diberikan kepada sejumlah organisasi. Namun untuk dana hibah dari KONI, ia menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan pengawasan dan sama sekali tak tahu apa-apa mengenai hal itu.