Ahok: Kalau Soal Kata-Kata Gitu Pak Gubernur Sekarang Lebih Pintar dari Saya


SURATKABAR.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengutarakan pendapatnya soal Gubernur DKI Jakarta saat ini, Anies Baswedan. Yang dikomentari Ahok kali ini ialah soal perbaikan sungai yang dilakukan untuk mencegah banjir di ibukota, yakni normalisasi sungai atau naturalisasi seperti yang diidamkan Anies.

Seperti dilansir dari reportase Tempo.co, Kamis (02/05/2019), Ahok tidak banyak berkomentar soal kebijakan naturalisasi sungai yang diajukan Anies. Sebagaimana diketahui, naturalisasi merupakan proyek untuk mengembalikan sungai seperti bentuk atau kondisi aslinya tanpa menggunakan beton.

Sedangkan pada era Ahok, langkah yang dilakukan berbeda. Ahok melakukan normalisasi alias perbaikan sungai dengan menggunakan beton untuk menanggulangi banjir.

Ahok lantas berpendapat, dua cara pengendalian banjir tersebut; naturalisasi dan normalisasi, hanyalah sebuah kata atau istilah belaka.

“Aduh, kalau soal kata-kata gitu Pak Gubernur sekarang lebih pintar dari saya,” sebutnya sembari tersenyum di rumah dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa malam lalu, 30 April 2019.

Baca juga: Netizen Gempar! Setelah Diceraikan Ahok, Veronica Tan Jualan Daging Demi Sambung Hidup?

Ucapan Ahok itu sontak langsung disambut sorak-sorai pendukung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang sedang berada di sana.

Diketahui sebelumnya, program pengendalian banjir dengan perbaikan sungai pada era Ahok dinamakan normalisasi. Proyek ini telah berjalan di Sungai Ciliwung dan Pesanggrahan selama 2013-2017. Namun, pembangunan sungai tampak mandek sejak Gubernur DKI dijabat Anies Baswedan.

Anies tak mau melanjutkan normalisasi lalu memberikan konsep baru yakni naturalisasi sungai.

Tahun lalu, Anies menuturkan bahwa naturalisasi sungai dapat menjadi solusi banjir sekaligus juga mempertahankan ekosistem sungai. Konsep itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 31 Tahun 2019 tentang Pembangunan dan Revitalisasi Prasarana Sumber Daya Air Secara Terpadu dengan Konsep Naturalisasi. Pergub itu baru ditetapkan pada 25 Maret 2019.

Ahok lantas sedikit berbagi sepenggal pengalamannya sewaktu ia masih memimpin Ibu Kota terkait penanganan banjir. Ahok yang kini merupakan politikus PDIP itu mengimbuhkan, pompa dan tanggul di Jakarta sudah cukup baik untuk mengendalikan debit air. Hanya saja, banjir bisa menerjang jika saluran air tersumbat ranting atau sampah di saat hujan.

“Makanya kita dulu selalu taruh alat berat. Dan tentu Pasukan Oranye mesti keliling, Pasukan Biru juga mesti keliling,” bebernya bercerita.