Setnov Kepergok Sedang Makan di Rumah Makan Padang, Begini Penjelasan Kalapas Sukamiskin


SURATKABAR.ID – Kehebohan yang menggegerkan publik saat terpidana kasus korupsi KTP elektronik (E-KTP) Setya Novanto kepergok sedang makan di Restoran Padang di daerah Jakarta baru-baru ini telah mendapat tanggapan dari Kalapas Sukamiskin. Diketahui sebelumnya, Mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto tersebut tengah menyantap makan di Rumah Makan Padang kawasan Jakarta Pusat. Padahal, seharusnya yang bersangkutan berada di Lapas Sukamiskin, Bandung, untuk menjalani masa hukumannya.

Menukil TribunnewsBogor.com, Kamis (02/05/2019), Setya Novanto muncul di sebuah Restoran Padang yang lokasinya berdekatan dengan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Sedangkan berdasarkan ketentuan hukuman yang diterimanya, saat ini Setya Novanto masih harus menjalani masa pidana di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lantas menanggapi soal terpergoknya terpidana perkara korupsi Setya Novanto di Restoran Padang ini.

“Tolong coba tanyakan ke Pak Kalapas (Sukamiskin) dan Ibu Dirjen PAS,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK Jakarta, Senin (29/04/2019).

Harapan KPK berharap, Setya Novanto dapat menjalani hukuman dengan tertib.

Baca juga: Geger Setya Novanto Kepergok Makan di Restoran Padang, Terungkap Fakta Mencengangkan di Baliknya

“Kami berharap yang bersangkutan ada di lapas, jalani hukuman dengan tertib. Kedua, tata kelola lapas baik lagi,” tandas Laode M Syarif.

Sementara itu, mengutip Kompas.com, Kalapas Sukamiskin, Tedjo Herawanto menuturkan jika Setya Novanto sedang berobat di RSPAD Gatot Subroto.

Tejo Herwanto menjelaskan terpidana kasus KTP elektronik, Setya Novanto berada di rumah sakit pemerintah, RSPAD Gatot Subroto guna menjalani perawatan dan tindakan medis.

“Benar, saudara Setya Novanto berada di RSPAD Gatot Subroto, melaksanakan perawatan dan tindakan medis dengan diagnosa CKD, CAD, DM Tipe 2, Vertigo, Radikulopati L4-5. Itu bahasa kedokteran,” ungkap Tejo Herwanto saat dihubungi melalui ponselnya, melansir Tribun Jabar.

Tejo Herwanto melanjutkan, Setnov sudah menempuh prosedur untuk mendapat perawatan di RSPAD Gatot Soebroto itu.

Sebelum dibawa ke rumah sakit di DKI Jakarta itu, Setnov telah menjalani pemeriksaan awal di Lapas Sukamiskin dan di rumah sakit di Kota Bandung.

Selain itu, imbuh Tejo Herwanto, selama berada di luar Lapas, Novanto juga dikawal petugas dan pihak kepolisian.

“Iya dikawal dari petugas Lapas dan pihak Kepolisian,” sebutnya memastikan.

Adapun Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Ade Kusmanto membenarkan bahwa Novanto sedang berada di luar lapas untuk mendapatkan tindak lanjut perawatan di RSPAD Gatot Soebroto.

“Dengan diagnosa Arimia, CAD, vertigo, perifier, LBP, DMT2, dan CKD atas rekomendasi dokter lapas Susi Indrawati dan dokter luar lapas Ridwan Siswanto,” kata Ade melalui keterangan tertulisnya.

Ia mengutarakan, berdasarkan rujukan dokter Lapas Sukamiskin pada 26 Maret 2019 yang ditandatangani oleh Susi Indrawati bahwa pengobatan Novanto dapat dilaksanakan di rumah sakit rujukan pemerintah.

“Pengeluaran dan pengawalan sesuai prosedur dilaksanakan 24 April 2019, berdasarkan pasal 17 ayat 1 dan 2 PP Nomor 32 Tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pelaksanaan hak warga binaan pemasyarakatan,” ucap Ade.

Secara terpisah, Kemenkum HAM Jabar, Liberty Sitinjak nada suaranya terdengar meninggi saat mengomentari kegaduhan foto Setya Novanto tersebut.

Ia menuturkan, Setnov panggilan akrab Setya Novanto, dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto sesuai prosedur. ‎Ia juga meminta kepada semua pihak agar tidak memanaskan informasi yang beredar yang belum jelas keabsahannya.

“Kalau ada yang bisa membuktikan kesalahan Setnov (makan di RM Padang) dengan penyalahgunaan izin, tunjukkan ke saya hari ini juga. Saya periksa kepala Lapas dan semua jajarannya,” papar Liberty di kantor Kanwil Kemenkum HAM, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Selasa (30/04/2019) menukil Tribun Jabar.

Liberty Sitinjak mengimbuhkan, Setnov yang sedang makan di rumah makan padang itu lokasinya berada di sekitar RSPAD Gatot Soebroto. Itupun, saat Setnov sedang akan menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit tersebut.

“Kalau (makannya) masih di rumah sakit, saya salahnya dimana, kan yang ditemukan dia makan dimana, di rumah sakit kan. Apalagi dikawal petugas juga,” beber Sitinjak.

Ia sudah mendapat laporan dari Kepala Lapas Sukamiskin Bandung hal ihwal dirujuknya Setya Novanto ke RSPAD Gatot Soebroto. Pemilihan lokasi perawatan, menurutnya, tidak terlepas dari rujukan dokter karena penyakitnya butuh penanganan ekstra. Ditambah lagi, tim kesehatan yang ada di Lapas Sukamiskin sudah tidak memungkinkan untuk menanganinya.

“Dirujuk itu saran dari dokter yang di Bandung juga, bahwa dokter yang merujuk itu ke RSPAD. Menyangkut penyakit, bahwa dokter kami ada, dan itu dasar kami melakukan rujukan awal. Rujukan lanjutan bukan domain kami, bahwa kami mengikuti saran dokter permintaan RSPAD. Kalau sudah ke RSPAD, benar itu kalau ke sana. Lantas apa yang harus dipolemikkan?,” beber Sitinjak.

Menurut pengakuan Sitinjak, pihaknya belum tahu kapan Setnov kembali ke Lapas Sukamiskin karena tak berkapasitas untuk menjawabnya.

“Mana bisa kami tahu berapa lama. Tanya dokternya, kan penyakitnya yang diobati. Siapa sih yang mau sakit? Sepanjang itu sakitnya masih perlu pengobatan ya diobati,” demikian ia menekankan dengan nada suara meninggi.‎