Jokowi-Ma’ruf Menang Pilpres Versi Hitung Cepat, Ahok: Saya Ucapkan Selamat


SURATKABAR.ID – Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan ucapan selamat kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang menang Pilpres 2019  dalam versi hitung cepat (quick count). Ucapan tersebut disampaikan Ahok setelah ia bertemu dengan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi.

“Ya, saya ucapkan selamat,” kata Ahok kepada awak media di Rumah Dinas Ketua DPRD DKI Jakarta, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (30/04/2019), menukil reportase Detik.com.

Sebelumnya, ketika Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta tahun 2012 sampai 2014, Ahok mendampingi sebagai Wakil Gubernur. Setelah Jokowi terpilih jadi presiden, Ahok menggantikan Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Dan seperti diketahui, Jokowi-Ma’ruf menang dalam hitung cepat mayoritas lembaga survei. Sedangkan, penghitungan resmi KPU masih berlangsung hingga saat ini.

Terkait pertemuan  Ahok dengan Prasetio (Pras) tersebut, ia menyatakan merupakan agenda itu hanya bersifat informal saja. Ahok yang kini merupakan salah satu politikus PDIP tersebut menuturkan, pertemuan dengan Pras hanya sebatas jumpa kawan yang sudah lama tidak bertemu.

Baca juga: Sebut Pertemuan Jokowi-Prabowo Tak Perlu Utusan, Hasto: Akan Ada Momentum

“Ngobrol soal perjalanan (selepas keluar dari Lapas Mako Brimob),” tukas Ahok.

Ahok juga memuji menu makanan yang disediakan oleh kolega satu partainya tersebut. Dia pun berharap agar Pras kembali menjadi ketua DPRD DKI Jakarta.

“Pras janji ada gado-gado sama kerupuk lilin, nggak lama, nggak, makan, aku nggak tahu begitu ramai, (makan) sama lontong. Ya itu datang saya ucapkan selamat lah, jadi Ketua DPRD lagi dong gitu,” papar Ahok bercerita.

Sementara itu, Pras menyebut Ahok menghubunginya untuk bertemu. Dia pun menyanggupi ajakan pertemuan tersebut.

“Cerita-cerita Pak Ahok tadi ngomong pengalaman di luar negeri jalan-jalan, itu aja. Pak Ahok bilang, ‘Pras gue mau ke tempat loe, gue belum silaturahmi,’ setelah beliau keluar dari Mako Brimob ya,” ungkap Pras kepada pers.

Ingin Jokowi Teruskan Satu Periode Lagi

Lebih lanjut, Ahok diketahui telah menyatakan dengan tegas terkait dukungannya untuk Jokowi. Dia ingin Indonesia dipimpin dengan fondasi Pancasila hingga UUD 45 oleh Jokowi selama dua periode.

“Saya walaupun bukan siapa-siapa, saya tetap ingin Pak Joko Widodo meneruskan satu periode presidennya dan dengan dukungan partai nasionalis yang kuat kita bangun 4 fondasi yang kuat: Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI,” beber Ahok dalam vlog-nya di akun ‘Panggil Saya BTP’.

“Sekali lagi saya yakin kita akan jadi negara yang hebat, mari kita perjuangkan bersama. Sekali lagi jangan nyerah, merdeka,” imbuhnya.

Ahok dalam video itu juga mengungkapkan alasannya kembali terjun  ke ranah politik. Awal Februari lalu, mantan Gubernur DKI Jakarta ini resmi jadi kader partai berlambang banteng moncong putih PDIP.

Menurut Ahok, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri ingin dirinya bisa berbagi pengalaman soal kepemimpinan.

“Ketika Ibu Megawati sangat menerima begitu saya ingin bergabung, bukan tidak memikirkan, beliau ingin suatu perubahan, beliau ingin saya keliling Indonesia membagikan pengalaman, kebijakan yang saya buat kepada seluruh anggota DPRD, pada seluruh anggota DPD, juga kepala daerah dari PDIP di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ahok juga yakin Jokowi bisa menang Pilpres 2019. Serta PDIP juga bisa meraih suara 30% di Pilpres.

“Bagaimana kita duduk bersama memikirkan, kita harus perbaiki bersama. Kita yakin kalau kali ini Presiden Joko Widodo terpilih kembali dengan PDIP bisa di atas 30% maka kita akan perbaiki semua. Kami tahu apa masalahnya. Kami pernah membentuk partai baru, kami pernah duduk di DPRD, kami pernah duduk di Bupati, kami pernah ikut Pilgub, pernah duduk sampai gubernur. Nah tentu ini pengalaman yang ingin saya sampaikan,” tambah Ahok melanjutkan.

“Saya melihat yang paling tepat yang bisa dipercaya untuk Pemilu 2019 ini, hanya PDIP. Karena itu kalau saudara-saudara percaya kepada saya mari kita pilih PDIP. Biarlah PDIP ini bisa mencapai 30%. Saya akan bekerja keras membantu PDIP. Karena itu saya ingin kita sama-sama duduk bersama, jangan merasa egois atau emosi. Saya tidak mau lagi mengulangi kesalahan saya waktu saya bergabung di partai Perhimpunan Indonesia Baru,” imbuh Ahok panjang lebar.