Duh! Anaknya Gagal Jadi Ketua Kelas, Wanita Ini Nekat Lapor ke Kementerian Pendidikan


SURATKABAR.ID – Sejak masih di bangku sekolah, para siswa dapat mempelajari tentang kepemimpinan dengan cara menjadi ketua kelas ataupun ketua organisasi. Namun sebelum mendapatkan posisi terhormat tersebut, mereka terlebih dahulu harus menempuh proses pemilihan.

Jika bisa mendapatkan banyak suara dan memenangkan kontestasi, maka tanggung jawab pada organisasi akan jatuh ke tangannya. Dan sebagaimana pertandingan, ada pemenang tentu ada yang kalah. Kekalahan seharusnya menjadi hal biasa. Namun tidak demikian dengan kasus satu ini.

Seorang ibu di Malaysia, seperti yang dihimpun dari laman Grid.ID pada Selasa (30/4/2019), merasa tidak puas karena putranya gagal menjadi ketua kelas. Wanita ini bahkan nekat melaporkan komite pengawas pemilihan ke Departemen Pendidikan Malaysia.

Ibu bernama Kalaichelvi Nadarajan, dilansir Grid.ID dari laman Malaysia Kini, Senin (29/4/2019), mengajukan pengaduannya ke Kementerian Pendidikan pada awal tahun lalu, tepatnya pada tanggal 4 Februari 2019.

Putranya yang berusia 11 tahun tersebut diketahui bersekolah di Sri KDU. Menurut hasil penelusuran, diketahui Sri KDU adalah sekolah bertaraf internasional di aMalaysia. Di sekolah ini mereka lebih mengedepankan eksplorasi para siswa.

Baca Juga: Kunci Balita di Mobil Tanpa Sengaja Sampai Tewas Gara-Gara Terobsesi HP, Sang Ayah Malah Salahkan Pihak Sekolah

Kalaichelvi sebenarnya telah melayangkan protes akan keputusan yang diambil pihak sekolah. Akan tetapi pernyataannya ditolak. “Anak saya bekerja keras, menunjukkan pencapaian dalam program akademik dan ko-kurikulum,” ujar Kalaichelvi dilansir Grid.ID dari laman Malaysia Kini.

Ia bahkan mengakui bahwa sang putra berhasil merebut peringkat teratas di dewan pengawas setahun sebelumnya. “Bahkan (putranya) menduduki peringkat teratas di dewan pengawas tahun lalu,” imbuh Kalaichelvi lebih lanjut.

Pihak sekolah pun telah mengeluarkan pernyataan terkait kasus yang menyeret-nyeret nama mereka. Menurut mereka, hanya kandidat yang terbaiklah yang berhak mendapatkan posisi sebagai ketua kelas. Adapun pemilihan ketua kelas juga ahrus melalui proses pemilihan lengkap.

“Dalam evaluasi komite di sekolah Sri KDU, siswa yang terpilih menjadi ketua adalah kandidat yang lebih baik untuk posisi itu. Pemilihan didasarkan pada hasil dari seluruh proses pemilihan,” jelas Chief Operating Officer (COO) Sri KDU AK Chan.

Tak hanya hasil suara yang mempengaruhi terpilih tidaknya seorang siswa menjadi ketua kelas. Pihak sekolah mengungkapkan bahwa pemilihan ketua kelas juga berdasarkan oleh sejumlah pertimbangan lain. Salah satunya sikap siswa.

“Pemilihan ini juga didasarkan pada pengamatan komite pada sikap siswa, kesabaran komitmen, dan ketekunan. Serta rasa hormat pada badan pengawas,” pungkas Chan dengan tegas.