Lagi-Lagi Terulang! KPU Salah Input, Suara 01 Menggendut dan 02 Makin Susut di Cakung


SURATKABAR.ID – Lagi-lagi publik mempertanyakan temuan salah input data perolehan suara Pilpres 2019 dalam Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) pada website resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), kpu.go.id, yang kembali terjadi.

Seperti dirangkum dari laman CNNIndonesia.com pada Selasa (30/4/2019), dalam input data di tempat pemungutan suara (TPS) 03, Kelurahan Cakung Timur, Jakarta Timur, diduga terjadi perbedaan data di situng dengan hasil pindai C1.

Ketika CNNIndonesia mengakses data yang terlampir pada situs KPU, Selasa (30/4) sekitar pukul 08.30 WIB, Pasangan 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin mendapatkan kelebihan suara. Sebaliknya, Pasangan 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno malah dilaporkan mendapat pemotongan suara.

Pada form C1, seharusnya Jokowi-Ma’ruf hanya mendapat 71 suara, namun KPU menginput perolehan suara yang didapat 01 menjadi 99 suara. Di sisi lain, akibat dugaan kesalahan input data tersebut, 02 yang seharusnya mendapat 185 suara malah tertulis menerima 137 suara.

Terkait temuan dugaan kesalahan input data tersebut, hingga berita diturunkan KPU belum memberikan klarifikasi apapun. Sampai Selasa (30/4) pukul 08.00 WIB, kekeliruan perolehan suara Pilpres 2019 terpantau masih terjadi.

Baca Juga: Hitung Ulang di Surabaya, PDIP: Apakah Mau Mengotak-Atik Perolehan Suara Murni Rakyat?

Salah input KPU melalui situng bukanlah kasus baru. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) bahkan sudah mendatangi server Situng di Kantor KPU pada Jumat (26/4) lalu. Langkah tersebut sebagai tindak lanjut atas temuan salah input data oleh KPU yang dilaporkan terjadi beberapa waktu lalu.

“Dalam surat itu kami menyampaikan KPU teliti dan harus hati-hati untuk input data di Situng itu. Hari ini kami memastikan apakah rekomendasi kami yang sudah dijalankan atau belum,” ujar Ketua Bawaslu Abhan ditemui di Kantor KPU, Jakarta.

Ketua Umum KPU Arief Budiman sebelumnya telah mengakui memang ada kesalahan input data C1 pada Situng KPU. Ia menjelaskan kesalahan terjadi lantaran anak buahnya yang bertugas di TPS maupun KPPS mengalami kelelahan setelah bekerja mulai dari sebelum hingga sesudah pencoblosan tanpa henti.

Laporan dugaan adanya kesalahan dalam proses rekapitulasi yang dilakukan KPU pada Pemilu 2019 sebelumnya disuarakan oleh Koalisi Masyarakat Sipil. Mereka menemukan setidaknya ada total 708 kesalahan input data suara.