Gagal Peroleh Suara, Caleg PDIP Minta Kembali Beras yang Sudah Dibagikan ke Warga


SURATKABAR.ID – Setelah sebelumnya heboh calon anggota legislatif (caleg) dari Partai NasDem nyinyir nyinyir lantaran perolehan suaranya tak sebanding dengan bantuan yang telah ia berikan kepada warga, kini kasus serupa kembali terjadi.

Seperti dihimpun dari laman JPNN.com pada Minggu (28/4/2019), seorang caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diketahui berinisial DA diberitakan menuntut 150 warga mengembalikan beras yang ia bagikan.

Impian DA merebut satu jatah kursi legislatif harus melayang lantaran gagal memperoleh suara seperti harapan pada Pemilu 2019. Padahal ia telah membagikan beras kepada warga di Kelurahan Telaga Sari, Kecamatan Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur jauh sebelum masa kampanye dimulai.

“Pembagiannya sebelum masa kampanye. Sudah lama. Dapatnya itu ada 150 orang. Dia nyuruh kumpul KTP untuk mengajukan berasnya,” ujar salah seorang warga yang menolak disebutkan namanya, dikutip JPNN dari Balikpapan Pos (Prokal), pada Minggu (28/4).

Warga yang menerima beras diminta untuk mencoblos DA sebagai imbalannya. Usai gelaran Pemilu Serentak 2019 pada 17 April 2019, rupanya hasil suara yang diperoleh DA sangat tak sesuai dengan apa yang ia harapkan.

Baca Juga: Dinyinyiri Caleg NasDem Soal Perolehan Suara, Jamaah Masjid Ramai-Ramai Kembalikan Bantuan

“Pokoknya beras itu sekitar 150, dia minta kembalikan semuanya,” jelas sumber Balikpapan Pos tersebut lebih lanjut.

Tentu saja tuntutan DA tersebut membuat warga yang menerima bantuan beras kelabakan. Pasalnya pemberian itu sudah dikonsumsi. Dan hingga berita diturunkan, baru dua warga yang menyatakan akan mengembalikan beras dari DA.

“Pusing kami, karena berasnya kan sudah dibagi. Sudah hubungi warga, tapi kayak apa, beras sudah dimakan. Ada aja sih yang mau mengembalikan, saat ini baru dua orang yang mau kembalikan,” ungkap sumber tersebut.

Lantaran hal tersebut, warga yang menerima pemberian beras dari caleg partai berlambang banteng moncong putih pun merasa sangat kecewa. Menurut mereka DA tak ikhlas dalam memberi bantuan berupa beras.

Menanggapi kasus pembagian beras tersebut, Ketua PDIP DPC Balikpapan Thohari Azis angkat bicara. Thohari mengaku belum menerima laporan. Ia menampik tudingan soal program pembagian beras kepada warga setempat sebagai imbalan dari suara mereka. “PDIP tidak bagi-bagi beras,” tegas Thohari.

Namun demikian, Thohari mengimbau kepada para caleg untuk senantiasa sabar dan ikhlas atas perolehan suara yang diterima. “Kalau berjuang yang ikhlas. Malu sudah diberikan, ya, diikhlaskan saja. Semoga menjadi ladang amal. Insya Allah, akan diganti dengan kebaikan-kebaikan yang lain,” tegasnya.