Sindiri Amien Rais, Kubu Jokowi: Jangan Mengigau Terus


SURATKABAR.ID – Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Pasangan Calon Presiden-Calon Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Inas N Zubir melayangkan sindiran pedas atas pernyataan yang dilontarkan Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais.

Sindiran tersebut menyusul klaim kemenangan Pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tersebut dalam acara ‘Syukuran dan Munajat Kemenangan Prabowo-Sandi’ bersama relawan 02, yang digelar di Gedung Padepokan Silat TMII, Jakarta Timur pada Rabu (24/4) lalu, dilansir dari JPNN.com.

“Dari mana Amien Rais menghitungnya? KPU saja belum selesai menghitung jumlah suara yang diraih Paslon 01 maupun Paslon 02. Pak Amien seperti ya sering berjalan sambil tertidur, lalu mimpi dan mengigau. Ayo bangun Amien Rais, jangan mengigau terus,” ujar Inas ditemui di Jakarta, Jumat (26/4).

Inas kemudian teringat dirinya pernah menyemarkan gelar politikus comberan kepada seseorang. Alasannya, karena sosok tersebut dinilai memiliki nalar dan omongan yang tak jauh berbeda dengan pencari rongsokan yang beraksi di comberan.

“Misalnya, menyebut Pak Jokowi dengan nama Pak Jae, itu kan kebiasaan para pemulung di kali comberan. Lebih parah lagi nalar yang mengucapkan itu enggak nyampe ketika menggunakan istilah bebek lumpuh, atau lame duck,” ujar Inas.

Baca Juga: Amien Rais ke KPU: Anda Akan Berurusan dengan Rakyat

Ketua DPP Partai Hanura tersebut mengatakan bahwa istilah lame duck government merupakan fenomena yang biasa terjadi usai pemilihan umum (pemilu). Fenomena ini sangat umum di berbagai negara demokratis yang pemerintahannya mulai  kehilangan kekuatan. Baik karena popularitas atau jelang peralihan kekuasaan.

Sementara Jokowi, disebut Inas, diketahui belum kehilangan power-nya pascapemilu. “Sedangkan Jokowi, sama sekali tidak kehilangan popularitas dan belum tentu mengalihkan kekuasaannya kepada yang lain, karena dipastikan tetap berkuasa sampai 2024,” tegas Inas.

Inas kemudian merujuk pada hasil hitung cepat atau quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Dari hasil hitung cepat, pasangan Jokowi-Ma’ruf dinyatakan unggul dari lawan politiknya Prabowo-Sandiaga. Bukti kuat juga terlihat dari real count sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU).