Sofyan Basir Resmi Dinonaktifkan, BUMN Tunjuk Muhamad Ali Jadi Plt Dirut PLN


SURATKABAR.ID – Hari ini, Rabu (24/04/2019), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menonaktifkan Sofyan Basir dari posisinya sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero). Penonaktifan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas langkah KPK yang menetapkan Sofyan Basir sebagai tersangka dalam kasus suap PLTU Riau-1.

Mengutip CNNIndonesia.com, Rabu (24/04/2019), kepastian ini disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat Abdullah. Ia menuturkan, selain menonaktifkan Sofyan, Kementerian BUMN juga telah menunjuk pelaksana tugas direktur utama PLN.

“Lengkapnya nanti konfirmasi ke PLN, karena ini korporasi. Tapi intinya dewan komisaris hari ini menonaktifkan dirut PLN dan menunjuk pelaksana tugas karena dirut sebelumnya diminta konsentrasi menyelesaikan kondisi saat ini,” ujarnya kepada wartawan hari ini.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir sebagai tersangka suap. Diduga, ia terlibat suap dalam proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1.

Penetapan status tersangka ini dilakukan setelah komisi tersebut mengembangkan perkara kasus dugaan suap kesepakatan kontrak kerjasama PLTU Riau-1.

Baca juga: Dirut PLN Sofyan Basir Jadi Tersangka KPK, Jokowi Angkat Bicara

Sofyan diduga bersama-sama atau membantu mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih dan kawan-kawan menerima hadiah atau janji dari pemilik saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo.

Sofyan dituding berperan dalam membantu Blackgold melalui anak usahanya PT Samantaka Batu Bara untuk mendapatkan proyek PLTU Riau-I. Samantaka akan memasok kebutuhan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap mulut tambang tersebut.

Muhammad Ali Jadi Plt Dirut PLN

Lebih lanjut, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lantas menunjuk Muhamad Ali sebagai pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN Sofyan Basir. Sebelumnya diketahui, Muhamad Ali menjabat sebagai Direktur Human Capital Management di PLN.

“Untuk sementara (Kementerian) mengangkat Plt Pak Muhamad Ali,” ungkap Sekretaris Menteri BUMN Imam A Putro, menukil laporan Tempo.co, Rabu (24/04/2019).

Menurut Imam, Kementerian telah memutuskan untuk menonaktifkan sementara Sofyan Basir sebagai direktur utama PLN. Sesuai peraturan, pergantian Sofyan akan maksimal 30 hari melalui RUPS, seperti tercantum di dalam anggaran dasar dan juga Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-03/MBU/02/2015.

Diimbuhkan Imam, pengangkatan Muhamad sebagai Plt Dirut PLN dan penonaktifan sementara Sofyan Basir dilakukan atas usul dan saran Dewan Komisaris PLN.

“Saya baru mendengar bahwa Dewan Komisaris juga bergerak cepat,”ucapnya.

Penggantian ini diketahui berkenaan dengan penetapan status Sofyan Basir sebagai tersangka oleh KPK. Komisi antirasuah menyangka Sofyan membantu Wakil Ketua Komisi Energi DPR Eni Maulani Saragih menerima suap dari pemilik saham Blackgold Natural Resources Ltd Johannes Budisutrisno Kotjo.

KPK juga menyangka Sofyan menerima janji atau hadiah dengan bagian yang sama besar dengan yang diterima Eni Saragih.

“KPK meningkatkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan tersangka SFB,” tukas Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Saut Situmorang, di kantornya, Jakarta, Selasa (23/04/2019).

Dalam kasus ini, Sofyan Basir ditengarai memasukkan proyek PLTU Riau-1 ke dalam RUPTL milik PLN. Padahal Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2016 tentang percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan belum dikeluarkan. Perpres tersebut memberikan kuasa bagi PLN untuk menunjuk langsung rekanan bagi proyek pembangkit listrik. Sofyan lantas menunjuk perusahaan yang diwakili Kotjo sebagai penggarap PLTU Riau-1.

Sebelumnya pengacara Sofyan Basir, Soesilo Aribowo, mengungkapkan kliennya akan kooperatif dengan proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi.

Saat awak media berupaya mengkonfirmasi soal penonaktifan sementara Sofyan Basir dan penunjukan Muhamad Ali sebagai Plt Dirut PLN kepada Executive Vice President Corporate Communication and CSR PT PLN (Persero) I Made Suprateka, yang bersangkutan belum merespon panggilan maupun pesan singkat dari wartawan.