Respons Santai Wiranto Soal Pengerahan Brimob ke Ibu Kota


SURATKABAR.ID – Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tak terlalu mempermasalahkan pengerahan personel Brimob dari luar Jawa ke DKI Jakarta.

“Itu biasa, enggak usah diributkan kalau ada kebijakan memindahkan pasukan dari sini ke sana, dari sana ke sini,” ujar Wiranto ketika ditemui di Kompleks Istana Presiden, Jakarta pada Selasa (23/4), seperti yang dikutip dari laman Kompas.com.

Wiranto menilai, kebijakan tersebut dibuat berdasarkan pada analisis kerawanan di suatu daerah. Tujuan pasukan dikirim dari daerah lain adalah untuk meningkatkan kekuatan yang sebelumnya sudah ada di daerah yang bermasalah.

“Tujuannya apa? Untuk membuat masyarakat tenteram, membuat masyarakat tidak perlu khawatir terhadap hal-hal yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat,” imbuh Panglima TNI periode 1998-1999 tersebut.

Meskipun demikian, Wiranto menegaskan, kebijakan penebalan kekuatan di ibu kota bukan berarti saat ini Jakarta tengah dilanda kerawanan keamanan. Penebalan kekuatan personel tersebut hanya untuk meyakinkan masyarakat bahwa keamanan di ibu kota sangat kondusif.

Baca Juga: Gas Pol! Jokowi Panggil Para Gubernur Se-Indonesia ke Istana Pasca-Pilpres 2019

Ia menambahkan, jikalau memang ada insiden-insiden yang terjadi, akan ada aparat keamanan yang mengendalikannya. “Negara mana sih yang aman mutlak? Enggak ada ya. Ada juga hal-hal kecil yang membuat negara itu terganggu keamanannya,” tegas Wiranto.

“Tapi, saya kira Indonesia ini, dengan predikat negara teraman nomor 9 di dunia dari 142 negara, berarti kita sebenarnya cukup aman. Marilah kita jaga keamanan, bukan hanya aparat keamanan, tapi juga masyarakat,” tambahnya.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, diberitakan, membenarkan soal adanya pengerahan personel Brimob dari luar Jawa untuk datang ke Jakarta. Adapun kebijakan tersebut, ia sebut, sebagai langkah preventif gangguan keamanan.

“Jadi kalau ada pasukan yang turun di lapangan, masyarakat justru harus merasa nyaman, jangan merasa ketakutan,” tutur Moeldoko.