Ditantang untuk Terbuka, Mengapa Kubu Prabowo Tak Ungkap Proses Real Count Internal?


    SURATKABAR.ID – Selama ini, Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) ditantang untuk terbuka atas klaimnya soal penghitungan real count yang memenangkan pasangan nomor urut 02 tersebut. Seperti pernyataan para petinggi BPN lainnya, Direktur Relawan BPN Ferry Mursyidan Baldan memastikan pihaknya mempunyai ruangan untuk melakukan proses real count tersebut.

    Ferry mengatakan, pihaknya punya beberapa tempat yang digunakan untuk melakukan proses real count. Salah satunya di kantor sekretariat BPN, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.

    “Ada. Salah satunya di sini, di Kertanegara,” ujar Ferry saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Selasa (23/40/2019). Sebagaimana dilansir dari laporan Kompas.com.

    Meski begitu, Ferry enggan merinci tempat lain yang digunakan untuk memantau rekapitulasi hasil penghitungan suara. Ia juga enggan menerangkan proses real count internal.

    Menurut Ferry, pihaknya ingin berhati-hati dalam melakukan rekapitulasi data terkait potensi serangan cyber. Bahkan, imbuh Ferry, BPN harus memback-up data formulir C1 di tempat yang berbeda.

    Baca juga: Sandiaga: Sekarang Saya Sudah 100% Siap

    “Kita enggak boleh dong kasih tahu nanti disatronin. Ini kan (serangan) cyber ini kan luar biasa. Data saja kita harus backup,” tukas Ferry.

    Sebelumnya, Direktur Materi BPN Sudirman Said menuturkan, pihaknya memiliki tim yang bertugas untuk menghitung dan memantau rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilpres 2019.

    “Ada tim yang memonitor di DPP masing-masing partai, tapi di tim BPN juga ada,” ucap Sudirman saat ditemui di media center pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Senin (22/04/2019).

    Tim pers pun mencoba meliput kegiatan rekapitulasi real count di kantor DPP Partai Gerindra, Selasa (23/04/2019). Ketika tiba di kantor yang terletak di Jalan RM Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pukul 10.15 WIB, tampak terparkir empat mobil pribadi dan dua penjaga keamanan. Masuk ke dalam gedung, awak media bertemu dengan petugas penerima tamu di DPP Gerindra.

    Petugas yang bersangkutan menyatakan bahwa di DPP Gerindra tidak ada sama sekali kegiatan penghitungan real count Prabowo-Sandiaga.

    “Justru di Kertanegara. Di sini sama sekali enggak ada kegiatan. Semua diserahkan di sana. Semua dikawal di sana. Pak Andre Rosiade jarang banget ke sini,” tutur petugas tersebut, hari ini.

    Dia mengimbuhkan, di DPP Gerindra tidak pernah ada kegiatan yang menyangkut real count seusai Pemilu 2019.

    Apa Kata Andre Rosiade

    Lebih lanjut, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (BPN) Andre Rosiade menyebut, pihaknya terus melakukan penghitungan real count internal pilpres 2019. Hanya saja, penghitungan suara itu sengaja dilakukan di lokasi yang menurutnya tak mudah diakses.

    “Real count terus dilakukan oleh DPP Partai Gerindra dan BPN. Mengenai lokasi tentu kami tempatkan di lokasi yang aman dan tidak gampang diakses pihak yang tidak berkepentingan,” ungkap Andre, Selasa (23/04/2019).

    Andre menambahkan, ada dokumen penting seperti C1 yang harus dijaga.

    “Apalagi C1 dari seluruh wilayah Indonesia terus berdatangan dikirim oleh DPD Gerindra se-Indonesia dan relawan-relawan pendukung Pak Prabowo. Logikanya mana mungkin petugas penerima tamu tahu mengenai hal ini,” demikian anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra ini membeberkan.

    Pada Senin kemarin, Andre sempat mengatakan bahwa real count dipusatkan di Kantor DPP Partai Gerindra di Jalan RM Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Namun, saat wartawan mencoba meliput kegiatan tersebut hari ini, kantor DPP Gerindra tampak sepi. Wartawan malah bertemu petugas penerima tamu di DPP Gerindra yang menyatakan, di DPP Gerindra tidak ada sama sekali kegiatan penghitungan real count Prabowo-Sandiaga.

    Sebelumnya, capres Prabowo Subianto mengklaim ia memenangi Pilpres berdasarkan real count yang dilakukan tim internalnya. Ketua Umum Partai Gerindra itu mengaku memenangi Pilpres dengan 62 persen suara.

    Namun, hasil hitung cepat semua lembaga survei justru menunjukkan keunggulan untuk Jokowi-Ma’ruf di angka 44 sampai 45 persen. Alhasil, kubu Jokowi-Ma’ruf pun menantang kubu Prabowo untuk buka-bukaan soal proses dan metode penghitungan suara yang dilakukan.