Meski Ditahan KPK, Ternyata Rommy Masih Terima Gaji dari DPR


SURATKABAR.ID – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Indra Iskandar mengungkapkan bahwa anggota Komisi XI DPR RI Romahurmuziy alias Rommy masih menerima gaji pokok meski menjadi pesakitan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Jadi, tetap bahwa basis kami di Sekretariat Jenderal itu pemberian gaji atau penghasilan anggota itu basisnya adalah Keppres. Sejauh belum ada Keppres pemberhentian untuk gaji pokoknya tetap akan diberikan,” ujar Indra usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Senin (22/4), dikutip dari Tempo.co.

Seperti yang diketahui, pada Senin (22/4), KPK melakukan pemeriksaan terhadap Indra sebagai saksi untuk tersangka Romahurmuziy dalam penyidikan kasus suap atau jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) RI tahun 2018 hingga 2019.

Diungkapkan Indra, Rommy hanya menerima gaji pokok. Pasalnya tunjangan telah distop. “Tunjangan kami stop, tetapi kalau gaji pokok itu melekat. Sebelum ada Keppres pemberhentian, kami belum bisa memberhentikan gaji pokoknya,” jelas Indra.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa ada empat kriteria yang menyebabkan seorang anggota DPR dapat diganti.

Baca Juga: Seminggu Ditahan KPK, Rommy: Banyak Teman di Dalam

“Kalau Keppres pemberhentian ada empat hal. Pertama kalau dipanggil Tuhan karena meninggal, yang kedua karena yang bersangkutan mengundurkan diri. Yang ketiga karena urusan negara terkena hukum ‘inkracht’. Keempat itu karena melanggar kode etik dewan,” tutur Indra panjang lebar.

Sedangkan terkait pemeriksaan atas dirinya, Indra mengaku ia diminta untuk mengkonfirmasi tiga hal oleh pihak penyidik KPK. “Terkait dengan kasus Pak Rommy, dari penyidik menanyakan soal status keanggotaan Pak Rommy. Apakah benar keberadaannya di Komisi XI itu yang pertama,” jelas Indra.

Ia kemudian menambahkan, dirinya mendapat pertanyaan soal aturan-aturan internal di dewan dari penyidik. “Yang kedua berkaitan pertanyaan terhadap menyangkut aturan-aturan internal di dewan. Soal yang ada di dalam tata tertib di dewan,” imbuhnya.

Dan yang terakhir adalah soal penghasilan resmi yang diterima Romahurmuziy. “Yang ketiga pertanyaannya menyangkut penghasilan resmi baik yang bulanan maupun hal-hal lain yang dianggap sebagai penghasilan dewan,” pungkas Indra tegas.