Ditagih Janji Potong Leher, La Nyalla Enteng Bilang Begini


SURATKABAR.ID – Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Timur La Nyalla Mattalitti akhirnya buka suara soal janji potong leher yang ditagihkan kepada dirinya menyusul kemenangan yang diraih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Madura.

Seperti dirangkum dari laman Tribunnews.com pada Senin (22/4/2019), sebelumnya Bendahara DPC Partai Gerindra Cabang Pamekasan Khairul Kalam menuntut La Nyalla membayar janji potong leher lantaran Capres-Cawapres Nomor Urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin kalah di Madura.

Menanggapi hal tersebut, La Nyalla mengklaim Khairul Kalam tak berkepentingan menagih janjinya. Pasalnya janji potong leher tersebut ia lontarkan hanya untuk kader-kader serta anggotanya yang ada di Madura.

“Itu untuk intern kader saya yang di Madura. Saya ngomong itu supaya memecut anggota saya agar bekerja keras untuk 01,” ujar La Nyalla ketika dimintai klarifikasi pada Sabtu (20/4), seperti yang dikutip Tribunnews.com dari SURYA.co.id.

La Nyalla kemudian menuturkan soal tantangan potong leher itu merupakan bahasa dan cara berkomunikasi yang digunakannya di kalangan kader dan anggotanya. “Salah satunya adalah bahasa tantangan kepada mereka. Supaya mereka tahu kalau saya totalitas, tidak main-main,” tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Menang di Madura, La Nyalla Ditagih Janjinya Potong Leher

Ketika La Nyalla selaku pimpinan memperlihatkan kesungguhan, ia berharap para kader dan anggotanya juga akan mengikuti langkah yang diambilnya tersebut. “Kalau saya secara khusus menantang orang Madura buat apa?”

“Saya punya akder dan anggota sendiri di Madura. Saya juga punya keluarga di Madura. Anak saya. Ketua Sapma Pemuda Pancasila Jatim itu juga berdarah Madura,” imbuh mantan Ketua Umum PSSI-KPSI tersebut.

Lebih lanjut, ia kemudian menyebut jika tantangan soal potong leher itu adalah bahasa komandonya teruntuk kader dan anggotanya. “Yang bukan kader anggota saya, ya tidak perlu ikut komentar,” tegas La Nyalla.

Dan dikarenakan Khairul Kalam bukan merupakan kader, maka ia tak memiliki hak untuk menuntut La Nyalla memenuhi janji tersebut. “Kalau kemarin yang menang 01 bagaimana? Yang mau saya potong lehernya siapa, enak saja,” lanjutnya.

Ia meyakini bahwa kader dan anggotanya telah berupaya keras memenangkan pasangan calon nomor urut 01. “Perkara yang menang 02, ya itu kehendak Allah. Mau apa kita?” seloroh alumni Universitas Brawijaya Malang itu.

“Saya juga tidak bisa kalau Madura kalah terus dibilang menang. Ya tidak mungkin. Sama seperti sekarang 01 menang, tapi 02 ngotot dilantik, kan lucu. Jadi jangan memaksakan kehendak,” imbuh pria yang dulu berdiri di kubu Prabowo ini.