Mengejutkan! Prabowo Siap Akui Kekalahan di Pilpres 2019, Kalau….


SURATKABAR.ID – Pipin Sopian selaku Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) capres cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memastikan, Prabowo akan menerima hasil Pilpres kalau pemilu berjalan jujur dan adil.

“Kami tentu akan menerima secara kesatria patriot semua partai politik dan termasuk Pak Prabowo. Selama jujur dan adil tidak ada kecurangan yang masif terstruktur dan sistematis,” tukas Pipin dalam Diskusi MNC Trijaya yang bertajuk “Pemilu Serentak yang Menghentak”, Sabtu (20/04/2019). Demikian sebagaimana dilansir dari laporan OkeZone.com.

Pipin kemudian mencontohkan kasus di Malaysia cukup mencengangkan, yakni ditemukan surat suara sudah tercoblos terlebih dahulu sebelum pemungutan suara. Hal ini tentu berdampak ke kondisi dalam negeri.

“Jadi kami khawatir seperti Malaysia itu adalah fenomena gunung es kemudian terjadi di seluruh Indonesia jadi kami selalu memantau pergerakan-pergerakam dari suara,” kata Pipin kemudian.

Selanjutnya, Pipin menuding ada indikasi kecurangan penghilangan angka. Seperti suara 184 dihilangkan angka 1-nya.

Baca juga: Prabowo Klaim Kemenangan, Tak Disangka Kiai Ma’ruf Bakal Merespon Begini

“Sehingga Pak Prabowo disebut kalah tidak menang di satu TPS itu. Dan kami melihat laporan itu banyak,” pungkasnya kemudian.

Dinilai Cederai Akal Sehat

Sebelumnya, diberitakan bahwa Prabowo Subianto sudah mengklaim kemenangannya di Pilpres 2019 dengan menggelar konferensi pers sebanyak tiga kali. Menurut perhitungan internal versi tim ahli statistik Prabowo, kubu 02 sudah memenangkan suara terbanyak.

“Dari real count kami menang, sudah berada di posisi 62 persen. Ini adalah hasil real count dalam posisi lebih dari 320 ribu TPS,” tandas Prabowo di depan kediamannya, Rabu (17/04/2019) malam.

Sedangkan yang menjadi kontradiksi, sejumlah lembaga survei terpercaya Tanah Air mengungkapkan sebaliknya, Jokowi-Ma’ruf Aminlah yang lebih unggul.

Menukil WartaEkonomi.co.id, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin menilai klaim kemenangan Prabowo berdasarkan hitung cepat internalnya ini dinilai mencederai akal sehat.

Pasalnya, TKN menyebutkan, saat ini masyarakat tidak mudah dibodohi.

“Jika memang hitung cepat internal mereka dapat dipercaya, seharusnya mereka berani untuk menyampaikannya ke publik tentang metodologi, berapa sampelnya, TPS-nya berapa, dan lain-lain, bukan menutup-tutupinya,” tandas Juru Bicara TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (19/04/2019).

Menurut penilaiannya, klaim kemenangan Prabowo itu berpotensi mendorong pendukungnya untuk tidak siap menerima kekalahan dalam pilpres yang sudah berjalan dengan baik, aman dan lancar kemarin.

Ace juga mengatakan, ketidaksiapan menerima kekalahan tersebut berpotensi melahirkan ketegangan dalam masyarakat. Dia pun lantas meminta Prabowo untuk mencontoh Jokowi dalam menyikapi hasil quick count. 

“Pak Jokowi tidak mendeklarasikan kemenangan itu. Beliau menang tanpa ngesorake (menyoraki) dengan menunjukkan jumawa. Beliau masih meminta masyarakat untuk bersabar,” tandas politikus Partai Golkar ini.

Ia menanbahkan, sebaiknya semua pihak menunggu hasil resmi KPU yang saat ini masih dalam perhitungan.

“Kita percayakan kepada KPU yang masih mengumpulkan formulir C1 di seluruh TPS. Walaupun kami tahu bahwa dalam pengalaman hitung cepat, antara quick count dan hasil resmi KPU tidak akan jauh berbeda hasilnya,” sebut Ace mengimbuhkan.