Jokowi Akhirnya Blak-Blakan Soal Misinya Setelah Menang Lagi


SURATKABAR.ID – Tak diragukan lagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal kembali menduduki kursi kepresidenan di Indonesia untuk lima tahun ke depan jika merujuk dari data quick count atau hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Pasalnya, ia dan wakilnya, KH Ma’ruf Amin, mengantongi perolehan suara 54,5 persen dalam Pilpres 2019. Hasil tersebut membawa kubu petahana unggul daripada Pasangan Calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Merujuk dari hasil hitung cepat, tidak kurang dari 20 kepala negara sahabat telah menyampaikan ucapan selamat kepada Jokowi. Mulai dari Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, hingga Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan.

Namun demikian, Jokowi masih tampak menahan diri untuk tak larut dalam euforia kemenangan Pilpres 2019. Ia juga mengimbau kepada semua pihak untuk menunggu hasil rekapitulasi penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku lembaga resmi penyelenggara pemilu.

“Sabar, sabar. Masak nunggu beberapa hari saja gak bisa,” ujar Jokowi ditemui di Istana Negara, seperti yang dikutip dari laman Detik.com pada Jumat (19/4/2019).

Baca Juga: Kenapa Jokowi-Ma’ruf Tunggu KPU untuk Deklarasi Kemenangan?

Jokowi mengaku optimis bahwa setelah pagelaran Pemilu Serentak 2019 maka segenap rakyat Indonesia akan kembali berbaur serta bersatu padu menjalin kerukunan sehari-hari. Hanya tinggal misi utama dalam waktu dekat adalah bagaimana di tingkatan elit juga memperlihatkan sikap serta perilaku serupa.

Mantan Wali Kota Solo ini mengatakan telah mengirimkan utusan agar dapat bertemu dengan Prabowo dan Sandiaga. Selain itu, ia juga akan menemui sejumlah lawan politiknya yang sering melancarkan kritikan pedas atas kinerjanya, seperti Amien Rais.

Kepada tim Detik.com, Jokowi juga menungkapkan apa yang menyebabkan raihan suaranya jauh dari perkiraan sekitar 58 persen. Termasuk tentang kesulitan yang ia hadapi bersama Ma’ruf Amin dalam menaklukkan Sumatera.

Dengan wajah ceria, Jokowi mengisahkan pengalaman yang paling berkesan selama enam bulan menjalani kampanye Pilpres 2019 ke berbagai daerah di Indonesia. Tegal, Jawa Tengah, disebutnya sebagai daerah dengan kesan mendalam. Apa alasannya?

“Saya sangat terkesan waktu di Tegal. Mau masuk ke arena, kira-kira 10 menit sebelum masuk ke lapangan hujan deras sekali. Saya datang ke lapangan, saya lihatin, ndak ada satu orang pun yang bergerak keluar dari lapangan.

“Saya berpikir, ‘Waduh, kalau saya pakai payung, kok juga nggak pantes, nggak patut. Kalau saya nggak pakai payung hujan basah kuyup, sakit enggak ya, saya?’,” ujar Jokowi mengungkapkan pengalamannya ketika kampanye di Tegal, Jawa Tengah, sembari tertawa.

Usai berdiskusi dengan sang istri, Iriana, Jokowi pun mantap memutuskan naik ke panggung tanpa payung di tengah-tengah hujan deras. Berdiri di atas panggung selama 20 menit di bawah guyuran hujan deras, menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Jokowi ketika berkampanye.