Diklaim Bisa Bikin Rileks Hingga Turunkan BB, Ratusan Orang Dilaporkan Tewas Usai Konsumsi Teh Ini


SURATKABAR.ID – Ada berbagai macam minuman alami yang digadang-gadang menyimpan berbagai kebaikan. Tanaman kratom salah satunya. Diklaim sebuah perusahaan, tumbuhan yang banyak ditemui di Indonesia ini memiliki berbagai efek positif bagi kesehatan tubuh.

Seperti misalnya dapat membantu membuat tubuh menjadi rileks, mencegah depresi, hingga menurunkan berat badan jika dikonsumsi. Namun sayangnya belum banyak yang tahu bahwa ternyata tanaman satu ini sangat mematikan!

Tumbuhan kratom ini, dilansir dari laman Grid.ID pada Senin (15/4/2019), dijadikan sebagai teh yang dipercaya merupakan suplemen bagi tubuh oleh perusahaan tersebut. Hingga ternyata ratusan orang kehilangan nyawa usai mengonsumsinya.

Dilansir dari laman Health.com, tak kurang dari 91 orang di Amerika Serikat (AS) diberitakan meninggal dunia lantaran overdosis teh kratom. Bukan itu saja. Sepanjang tahun 2017 hingga 2018 dilaporkan ada 152 orang kehilangan nyawa karena tanaman satu ini.

Tahun lalu, Food and Drug Adminisitration (FDA) AS mengungkapkan pihaknya telah memberi peringatan tegas kepada beberapa perusahaan yang memproduksi minuman dari kratom agar segera berhenti mengiklankan kekuatan produk mereka dengan tidak benar.

Baca Juga: Bukan Hanya Sekadar Obat Flu, Rupanya Ini Khasiat Tersembunyi yang Ditawarkan Teh Jahe

FDA mengungkapkan, selama ini obat tersebut disebut-sebut dapat mengobati depresi, diare, obesitas, diabetes, parasit lambung, tekanan darah tinggi, kecemasan, divertikulitis, penarikan opiate, hingga kecanduan terhadap alkohol.

“Sains dan bukti penting dalam menunjukkan manfaat medis, terutama ketika suatu produk dipasarkan untuk mengobati penyakit serius seperti gangguan penggunaan opioid,” tutur FDA melalui sebuah pernyataan yang dikeluarkan tahun lalu.

“Namun, sampai saat ini belum ada studi ilmiah yang memadai dan terkontrol dengan baik yang melibatkan penggunaan kratom sebagai pengobatan untuk penghentian penggunaan opioid atau penyakit lain pada manusia,” tambah pernyataan tersebut.

Yang mengejutkan, daftar kemungkinan efek samping dari mengonsumsi kratom masih panjang. Beberapa di antara dampak negatif yang memiliki potensi berbahaya adalah muntah, kedinginan, mual, penurunan berat badan, kerusakan hati, mulut kering, hingga nyeri pada otot.

Tak hanya itu, menurut Mayo Clinic, tanaman kratom yang banyak tumbuh di Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Papua Nugini ini disebut dapat menyebabkan komplikasi kesehatan yang lebih serius. Misalnya halusinasi, kantuk, pusing, depresi, bahkan kejang.

Hingga kini, belum dikeluarkan larangan secara federal untuk penanaman tumbuhan tersebut. Namun FDA mengatakan bahwa sebenarnya kratom dapat memicu ketergantungan obat di AS. Oleh karena itu masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengenai kratom.

“Meskipun penting untuk mengumpulkan lebih banyak bukti, data menunjukkan bahwa zat tertentu dalam kratom memiliki sifat opioid dan bahwa satu atau lebih memiliki potensi untuk disalahgunakan,” ungkap sebuah pernyataan FDA.

Lantaran belum terlalu banyak informasi mengenai cara mendapatkan manfaat positif dan aman bagi kesehatan tubuh dari tanaman kratom, sebaiknya untuk sementara hindari tumbuhan tersebut. Pasalnya, cuma karena sesuatu itu legal, belum tentu aman.