Astaghfirullah! Oknum PNS Kemenag Berzina Saat Liburan ke Luar Negeri, Foto dan Videonya Tersebar Luas


SURATKABAR.ID – Lagi-lagi Kementerian Agama (Kemenag) harus tercoreng gara-gara perbuatan salah seorang pegawainya. Kali ini ulah pegawai wanita di Kantor Kemenag Kabupaten Sleman, Yogyakarta, yang menjadi sorotan gara-gara skandal buatannya sendiri.

Skandal tersebut terdokumentasi dalam foto dan video. Foto dan video tak pantasnya sebagai bukti dari hubungan asmara alias affaire d’amour-nya bersama pria bukan muhrim itu pun sudah tersebar luas dan menjadi konsumsi para pengguna media sosial.

Kepala Kantor Kemenag Sleman Sa’ban Nuroni, seperti yang dihimpun dari laman JPNN.com pada Rabu (17/4/2019), menjelaskan bahwa anak buahnya melakukan perbuatanmesum tersebut ketika pergi liburan ke luar negeri.

“Dari (keterangan) yang bersangkutan, peristiwa itu di luar negeri. Jadi bukan pas jam kerja. Liburan dia itu,” ungkap Nuroni pada Selasa (16/4) kemarin.

Ia menyatakan bahwa perbuatan yang dilakukan anak buahnya tersebut terjadi pada akhir tahun 2018. Dan atas tindakan tak senonoh itu, pihak Kemenag sudah mengambil tindakan dengan memeriksa pelaku.

Baca Juga: Edan! Oknum TNI Pesan 2 Siswi SMP untuk Indehoi, Langsung Begini Saat Kasus Terkuak

Lebih lanjut, Nuroni mengatakan bahwa pria yang terlihat di dalam video indehoi itu bukan merupakan suami sah dari anak buahnya tersebut. Akan tetapi, tuturnya, ada ikatan emosional di antara pria dan si wanita.

Ia menjelaskan, anak buahnya yang terlibat dalam skandal asusilatersebut bukan merupakan pejabat struktural di Kantor Kemenag Sleman, mengingat statusnya yang hanya sebagai aparatur sipil negara (ASN). “Bukan struktural,” jelasnya.

Hanya saja, seperti yang diakui Nuroni, pihaknya belum mengetahui apa alasan video asusilaanak buahnya bisa tersebar luas di medsos. “Kurang tahu motifnya kenapa disebar,” kata Nuroni.

Namun demikian Nuroni menegaskan bahwa pihaknya belum dapat menjatuhkan sanksi tegas terhadap anak buahnya yang nakal tersebut. Pasalnya, yang berhak mengeluarkan soal sanksi adalah pusat. “Kami sifatnya menunggu,” jelas Nuroni.

Untuk upaya agar kasus serupa tak terulang lagi di kemudian hari, Nuroni menyebutKantor Kemenag Sleman telah melakukan antisipasi. “Kami melakukan pembinaan kepada seluruh pegawai. Kami kuatkan akidah dan mental pegawai, yang bisa kami lakukan seperti itu,” tandasnya.

Terkait kasus yang sebenarnya sudah bergulir cukup lama tersebut, Kepala Kantor Kemenag DIY Edhi Gunawan sebelumnya mengatakan pihak Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag sudah turun tangan.

“Yang menjatuhkan sanksi dari Inspektorat Jenderal. Ini sudah agak lama kami laporkan. Kami menunggu saja, yang jelas kewajiban kami menyampaikan laporan,” ujar Edhi Gunawan ketika dimintai konfirmasi pada Senin (15/4) lalu.

Meski sudah berlangsung lama, namun diakui Edhi, foto dan video ASN nakal tersebut memang baru-baru ini menyebar. Menurutnya, pegawai eanita dalam video asoi tersebut masih aktif sebagai ASN di Kemenag Kabupaten Sleman.

Hal ini dikarenakan hanya Itjen Kemenag saja yang memiliki kewenangan terkait sanksi. “Masih aktif. Kami kan institusi vertikal, jadi tidak bisa kemudian mengeksekusi sendiri,” pungkasnya.