Perkembangan Terbaru Surat Suara Tercoblos di Malaysia, Bawaslu Ungkap Kesalahan Prosedur PPLN


SURATKABAR.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merekomendasikan dilaksanakan pemungutan suara ulang (PSU) di Kuala Lumpur, Malaysia, menyusul temuan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia. Bawaslu menilai adanya kesalahan prosedur dari Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN).

“Rekomendasi ini tidak hanya didasarkan pada persoalan tadi, surat suara dan sebagainya. Kami lebih pada menilai prosedur yang salah,” ujar Ketua Bawaslu Abhan ditemui di Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, pada Selasa (16/4) kemarin.

Meski tak memberi rekomendasi untuk diadakan pemungutan suara ulang, namun hingga saat ini, baik Bawaslu maupun KPU, belum juga melakukan pengecekan secara langsung terhadap surat suara yang tercoblos di Selangor, Malaysia, beberapa waktu lalu tersebut.

Hingga kini, surat suara tersebut masih diinvestigasi oleh pihak kepolisian Malaysia. Pihak penyelenggara pemilu bahkan belum mendapat akses untuk melakukan pengecekan suara.

“Kami katakan bahwa nanti perkembangan lebih lanjut, tetapi ini kan kita harus selamatkan dulu proses ini. Jangan sampai proses ini terciderai. Kita selamatkan dulu proses yang esok hari di Malaysia akan dilakukan perhitungan,” ungkapnya.

Baca Juga: Gempar! Politisi PDIP Ini Bongkar Sindikat Pemilu di Malaysia

Sebagai informasi, rekomendasi pemungutan suara ulang terbatas pada metode pos, di mana jumlah pemilih yang terdaftar adalah sebanyak 319.193 pemilih.

Abhan menilai, rekomendasi tersebut merupakan hasil dari koordinasi Bawaslu dengan KPU beserta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Rekomendasi tersebut muncul usai digelar investigasi oleh pihak KPU dan Bawaslu di lokasi kejadian.

“Kami melakukan klarifikasi terhadap 7 anggota PPLN, 3 anggota Panwas (Panitia Pengawas), dan 2 saksi. Kami juga melakukan klarifikasi kepada Duta Besar (Indonesia untuk Malaysia). Total ada 13 orang,” tutur Abhan lebih lanjut.

Selain itu, Bawaslu juga meminta agar PPLN Kuala Lumpur, Malaysia tidak melakukan penghitungan suara dari metode pemungutan suara pos.