Edan! Oknum TNI Pesan 2 Siswi SMP untuk Indehoi, Langsung Begini Saat Kasus Terkuak


SURATKABAR.ID – Terulang lagi. Kini kasus prostitusi yang melibatkan anak dilaporkan terjadi di Kota Ambon, Maluku. Dan lebih parah, seorang oknum anggota TNI dengan pangkat Serda, HE, ikut terlibat di dalamnya.

Oknum TNI tersebut, seperti yang dihimpun Tribunnews.com dari Kompas.com pada Sabtu (13/4/2019), diduga memesan dua pelajar sekolah menengah pertama (SMP), NR (15) dan DA (14) sebagai teman kencan. Namun bukan kencan biasa, mereka bahkan sampai berhubungan suami istri.

Pelaku memesan kedua bocah SMP tersebut dengan bantuan seorang mucikari berinisial SH (25).

Kasus prostitusi anak yang melibatkan oknum TNI ini kali pertama terendus usai mucikari SH alias Ocah diamankan pihak kepolisian pada Selasa (9/4) lalu. Penangkapan terhadap SH sendiri dilakukan setelah polisi menerima laporan dari pihak keluarga korban.

Diungkapkan oleh Kepala Penerangan Kodam XVI Pattimura Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho, pihaknya membenarkan ada seorang anggotanya yang terjerat kasus prostitusi bocah.

Baca Juga: Dosen Ini Terancam Penjara 12 Tahun Karena Rekam Dirinya Sedang Begituan dengan Mahasiswanya

“Kita sudah periksa keluarga pelapor, tadi malam saya dapat informasi kalau pelaku (mucikari) sudah ditahan, jadi saya nanti juga koordinasi sama POM agar Ibu Ogah itu juga bisa diperiksa,” tutur Sihaloho ketika dikonfirmasi pada Rabu (10/4) lalu.

Lebih lanjut Sihaloho mengungkapkan, pihaknya tak akan menutup-nutupi kasus prostitusi yang melibatkan salah satu anggotanya tersebut. Ia memastikan oknum TNI yang terlibat kasus tersebut akan diproses secara hukum.

Saat ini, oknum TNI tersebut dikabarkan melarikan diri dan belum berhasil diamankan. “Kalau tidak bersalah ngapain dia lari? Intinya kasus ini akan diproses hukum dan kalau dia lari itu berarti dia akan dihukum berat,” tegas Sihaloho.

Tak hanya kepolisian, ia mengatakan pihaknya ikut turun tangan melakukan pencarian dan melacak keberadaan oknum TNI yang dimaksud. “Kita cari terus. Pomdam juga ikut mencari, bahkan kita cari sampai di kampung halamannya kemarin,” jelasnya.

Untuk diketahui, kasus prostitusi anak, di mana ikut melibatkan oknum TNI ini terjadi pada Jumat (29/3) lalu. Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon Ipda Julkisno Kaisupy mengungkapkan, diduga ini adalah kali ketiga korban bocah di bawah umur tersebut melayani pria hidung belang.

“Para korban ini sudah tiga kali melayani pria hidung belang yang ditawari oleh Ocah. Sekali kencan mereka dibayar Rp 150.000 hingga Rp 200.000, tapi uangnya itu dibayar ke tersangka,” jelas Ipda Julkisno, Rabu (10/4).

Usai pria hidung belang melakukan pemesanan, korban diajak mucikari ke sebuah rumah kosong. Tempat tersebutlah yang digunakan oknum TNI berbuat tak pantas dengan para korban yang dipesannya.

Sebelum dipertemukan dengan pelaku, korban terlebih dahulu diminta mucikarinya menonton film pornodi rumah kosong tersebut.

“Dipertemukan di rumah kosong. Tersangka menyuruh nonton filmporno setelah itu dia mempertemukan korban dengan pria hidung belang, dan saat itu mereka melakukan hubungan intim,” jelasnya, seperti dikutip Tribun dari Kompas.com.

Oknum TNI Masih dalam Pengejaran

Dikutip dari laman Kompas.com, Kolonel Arm Sarkistan Sihaloho menuturkan bahwa pelaku oknum anggota TNI hingga kini masih dalam pengejaran pihaknya. “Sampai saat ini, pelaku masih dalam pengejaran,” ujarnya, Jumat (12/4).

Sejak disebut terlibat kasus prostitusi anak di bawah umur, pelaku Serda SE langsung menghilang dan tak lagi menjalani tugasnya. Berdasarkan pelacakan, pelaku diketahui berada di daerah Maluku. “Dari tracking handphone, (pelaku) masih di Maluku,” kata Sihaloho singkat.