Begini Komentar Luhut Setelah Diteriaki Mahasiswa Pro-Prabowo di Medan


SURATKABAR.ID – Video Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang diteriaki oleh massa mahasiswa pro-Prabowo Subianto di Medan beredar luas di media sosial dan menjadi topik perbincangan panas.

Terkait hal tersebut, Luhut, pun menyebut bahwa ada juga mahasiswa pro-Jokowi (Joko Widodo) yang memberi sambutan kepada dirinya.

Dalam video yang beredar luas, seperti dihimpun dari laman Detik.com pada Sabtu (13/4/2019), tampak Luhut sedang berjalan di tengah sekelompok massa mahasiswa. Dari sejumlah mahasiswa terdengar seruan nama calon presiden yang menjadi musuh Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019.

“Prabowo.. Prabowo.. Prabowo..,” teriak sejumlah mahasiswa kepada Luhut yang tengah berjalan tersebut.

Selain berteriak, ada juga sekelompok mahasiswa yang bernyanyi. Beberapa di antara mereka terdengar meneriakkan ‘hidup mahasiswa’.

Baca Juga: Jebret! Luhut Tertangkap Basah Beri Amplop Putih ke Seorang Kiai, Bukti Jokowi Beli Suara?

Meskipun disoraki, Luhut tampak tetap menunjukkan senyuman di wajahnya. Selain itu, ia juga melambai-lambaikan tangannya ke arah para mahasiswa tersebut. Terlihat juga ada mahasiswa yang meminta berfoto selfie bareng Luhut.

Luhut pun memberikan klarifikasi terkait video yang ramai dibahas tersebut. Usut punya usut, insiden dalam video terjadi ketika Luhut menjadi pembicara di kuliah umum di Universitas Panca Budi, Medan, Sumatera Utara pada Jumat (12/4).

“Memang massa nya ini saya lihat terbelah dua. Lalu waktu saya naik ada yang provokasi. Saya bicara sekitar 20 menit sampai selesai,” jelas Luhut dalam konferensi pers yang digelar di JW Marriott Hotel Medan, Sabtu (13/4).

Ia menegaskan tak pernah mengarahkan massa untuk memilih salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden, meski dirinya adalah pendukung Capres-Cawapres 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin. Luhut hanya mengimbau kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tidak golput pada 17 April mendatang.

“Di mana pun saya bicara, saya tidak pernah bilang pilih paslon ini, pilih paslon itu. Terutama kalau bicara di depan mahasiswa, saya selalu bicara bahwa kalian pilih paslon sesuai hati nuranimu. Jangan golput, pergilah ke TPS besok tanggal 17 (April). Tanya hati nuranimu siapa yang mau kau pilih,” jelasnya.

Usai memberikan imbauan tersebut, Luhut lalu membahas soal keadaan ekonomi sekarang ini. Ketika Luhut selesai membawakan kuliah umum dan hendak melangkah pergi meninggalkan lokasi kampus, kumpulan mahasiswa muncul di teras kampus.

“Selesai kuliah umum saya turun, masih ada kumpulan mahasiswa. Saya lewati mereka kumpulan mahasiswa yang teriak ‘Prabowo, Prabowo’, saya bilang nggak apa-apa, kami tos, tos, begitu. Begitu terus, saya jalan sampai ke mobil. Saya tos dan banyak yang selfie sama saya,” tuturnya kemudian.

Disebutkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10 malam. Luhut dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada yang mengusirnya dari kampus.

“Itu sudah jam 10 kurang sedikit. Kalau mereka mahasiswa yang masih muda begitu kan sah-sah saja. Jadi kalau ada yang bilang saya diusir, saya nggak merasa diusir. Sudah selesai semua,” jelasnya. “Kalau saya diusir, buat apa saya jalan di tengah-tengah mereka? Saya hampiri mereka sambil jalan ke jalan besar,” imbuhnya.

Soal mahasiswa yang ‘mengadangnya’, Luhut menyatakan, mereka bukan hanya pendukung paslon 02 saja. Pasalnya ada sejumlah mahasiswa yang juga meneriakkan nama Calon Presiden Petahana Jokowi.

“Ada yang teriak-teriak ‘Jokowi lagi, Jokowi lagi’, ada pula yang teriak ‘Prabowo, Prabowo’. Tidak apa-apa, kan demokrasi. Asalkan tidak sampai berkelahi, bermusuhan. Dan kalau sudah selesai mencoblos nanti ya sudah selesai, siapa pun yang menang ya itulah Indonesia,” pungkas Luhut tegas.