Parah! Kepergok Selingkuh, Kadis Perhubungan Bojonegoro Malah Ancam Istri Sah


SURATKABAR.ID – Seorang aparatur sipil negara (ASN) yang mempunyai jabatan sebagai Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, dilaporkan ke Polda Jatim karena diduga melakukan perselingkuhan. Adapun yang menjadi pihak pelapor adalah istrinya sendiri yang bernama Titik Purnomosasi (52). Namun, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro yang berinisial IS tersebut malah mengancam istri sahnya saat dirinya terpergok selingkuh.

Seperti dilansir dari reportase JPNN.com, Jumat (12/04/2019), IS diduga berselingkuh dengan salah satu oknum ASN lainnya yang berinisial NWS. NWS ini diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan. Dugaan perselingkuhan ini baru terbongkar setelah Titik menemukan video asusila pasangan selingkuh itu di ponsel suaminya.

Menurut pengakuan Titik, dirinya sudah mencium hubungan gelap suaminya tersebut sejak 2 tahun yang lalu.

“Namun, baru berhasil terbongkar setelah titik menemukan video di handphonenya,” ungkap Titik.

Dikutip dari reportase Pontianak.TribunNews.com, Titik menyebutkan, dugaan perselingkuhan suaminya dengan Kepala Dinas Sosial Kota Pasuruan itu sekiranya dimulai sejak Januari atau Februari 2018. Dan dari kejadian tersebut, ia mengaku baru mengetahui suaminya selingkuh pada Juli 2018.

Baca juga: Ratusan Pria dan Wanita Berfoto Tanpa Pakaian di Tubuhnya

Suami Malah Mengancam

Setelah berhasil menemukan bukti, ia juga mengaku sempat diancam oleh suaminya itu. Namun, Titik dengan besar hati tetap melaporkan suaminya atas tuduhan perzinahan dan atau kekerasan psikis dalam rumah tangga ke Polda Jawa Timur.

Korban diketahui sempat diancam suaminya agar tidak mempermasalahkan perselingkuhannya itu. Akan tetapi, justru suaminya mengajukan cerai April 2019. Karena itulah, ia melaporkan kejadian ini ke Mapolda Jatim.

“Saya menemukan video p*orno (Antara IS dan NW) di ponsel suami saya, kejadiannya sekitar 9 bulan yang lalu,” ungkapnya saat di Mapolda Jatim.

“Selama ini saya diam saja sempat diancam,” sambung dia.

Ia menambahkan, permohonan perceraian yang sempat diajukan suaminya itu mendapat penolakan dari Pengadilam Agama Bojonegoro lantaran tidak mendapat izin dari bupati.

“Dikira saya tidak ada bukti saya laporan ke BKD dam BKN. Saat sidang pertama tidak disetujui Pengadilan Agaman karena belum ada izin dari Bupati. Saya merasa diinjak harga diri saya. Akhirnya saya melapor,” tandasnya.

Harapan Titik, penyidik Polda Jatim segera mengusut tuntas kasus ini sekaligus memberikan hukuman yang setimpal sesuai perbuatan suaminya.

“Ya inginnya hukumannya setimpal sesuai perbuatannya dan dipecat,” tegasnya memungkasi.

Sementara itu, disebutkan oleh Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera, kedua oknum ASN itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Akan dipanggil ke Polda Jawa Timur pada pekan depan,” kata Kombes Frans.

Sebelumnya, laporan Titik ini telah diterima pada 21 Maret lalu, atas perkara perzinahan dan kekerasan psikis dalam rumah tangga.