Mahfud MD: Bisa Jadi Indonesia Emas atau Bubar


SURATKABAR.ID – Menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan di Auditorium Prof A Amiruddin, Universitas Hasanddin (Unhas) Makassar, Sabtu (06/04/2019), Mahfud MD menyampaikan sejumlah hal penting kepada generasi milenial dalam menghadapi era Indonesia Emas tahun 2045. Mahfud menyebutkan ada banyak perubahan yang harus dihadapi.

“Saat ini kalangan milenial menghadapi era digital dan disrupsi. Ada banyak perubahan yang tidak terbayangkan. Dulunya orang kalau mau berbisnis harus punya kantong besar. Sekarang ada ide sudah bisa mendapatkan uang banyak seperti Grab,” terang Mahfud MD yang merupakan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut, melansir JawaPos.com, Jumat (12/04/2019).

Mahfud kemudian mengutip ucapan Presiden pertama RI, Ir. Soekarno. Bahwa kemerdekaan ialah jembatan untuk menuju Indonesia Emas. Indonesia Emas yang dimaksudkan di sini yaitu kondisi Indonesia yang adil dan makmur, beradab, dengan kekayaan alamnya yang bisa dinikmati bersama. Kondisi ini diharapkan terjadi pada 2045. Karena pada tahun tersebut, Republik Indonesia tepat berumur 100 tahun.

Selain itu, Mahfud juga menyinggung soal pandangan Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Ia berpendapat, Indonesia Emas pada 2045 belum tentu terwujud atau bisa saja bubar. Misalnya pada zaman nabi saja, ada dua negara besar. Yakni, Romawi dan Persia yang akhirnya runtuh. Pilihan tersebut tergantung Sumber Daya Manusianya yang menentukan mau kemana.

“Jadi Indonesia bisa jadi Indonesia Emas atau bubar. Tergantung bagaimana menggunakan jembatan emas dan peluang-peluang yang ada,” terang Mahfud kemudian.

Baca juga: Bowo Blak-Blakan, Sebut Nusron Wahid Minta 400 Amplop untuk Serangan Fajar

Pilih Pemimpin yang Berantas Korupsi

Mahfud juga menandaskan, yang bisa berpotensi menjadi penyebab Indonesia bubar adalah jika korupsi dibiarkan merajalela. Sebab lawan besar tanah tumpah darah saat ini adalah korupsi. Ia pun berharap agar kalangan milenial tampil terdepan untuk memberantas korupsi. Dan ini termasuk dalam memilih pemimpin.

“Pilih yang memberantas korupsi. Kami ikut menentukan jalan yang baik untuk Indonesia,” imbau Mahfud mengimbuhkan.

Dalam pelaksanaan pemilu pada 17 April 2019 nanti, Mahfud mengingatkan pentingnya pluralisme. Indonesia merupakan negara yang sangat plural dan itu sudah menjadi fitrahnya sejak dulu.

“Terlalu kecil permusuhan hanya karena paslon. Jadi mari membangun demokrasi. Bangun Indoenesia menjadi emas di masa depan. Dan yang paling penting mari jaga Indonesia,” tegas Mahfud MD menandaskan.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.