Penuh Keganjilan, Ini 10 Analisis Ketua NasDem Terkait Temuan Surat Suara Tercoblos di Malaysia


SURATKABAR.ID – Partai NasDem mencurigai penemuan surat suara yang sudah tercoblos di Malaysia. Kasus tersebut berawal dari laporan relawan pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, PADI. NasDem mengendus sejumlah hal mencurigakan dari hasil temuan tersebut.

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya, seperti yang dirangkum dari laman Detik.com pada Kamis (11/4/2019), meragukan bagaimana bisa surat suara dalam jumlah yang sangat besar bisa lolos dari pengawasan panitia hingga ke negeri tetangga.

“Keganjilan lain adalah bagaimana mungkin surat suara dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri, dan pihak keamanan di Kedubes bisa keluar dalam jumlah cukup besar ke sebuah ruko kosong ke wilayah yuridiksi di luar kedutaan Indonesia,” ujar Willy, Kamis (11/4).

Soal peristiwa surat suara yang ditemukan di Selangor, Malaysia, di mana surat suara-surat suara tersebut sudah dalam kondisi tercoblos pada bagian partai dan calon tertentu, Willy membuat 10 poin analisis. Di bawah ini hasil analisis Willy selengkapnya tanpa diedit:

Menyikapi dinamika yang berkembang di Selangor Malaysia, dengan kasus tercoblosnya partai dan calon tertentu, berikut ini sikap resmi DPP Partai NasDem:

Baca Juga: Pihak Prabowo Bakal Lapor Interpol-PBB Jika Ada Kecurangan di Pemilu

  1. Pemungutan suara di Malaysia menggunalan tiga metode pemberian suara a. Pemberian suara di TPS b. Pemberian suara dengan Kotak Suara Keliling dan c. Pemberian suara via amplop.
  2. Video yang viral soal suara yang tercoblos jika diamati sepintas adalah surat suara yang akan dikirim dengan pos.
  3. Ada keganjilan dalam video tersebut yaitu amplop yang ada belum terkirim tetapi sudah dicoblos. Logikanya jika amplop sampai ke tangan penerima tentu akan muncul persoalan.
  4. Keganjilan lain adalah bagaimana mungkin surat suara dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri, dan pihak keamanan di Kedubes bisa keluar dalan jumlah cukup besar ke sebuah ruko kosong ke wilayah yuridiksi di luar kedutaan Indonesia.
  5. Keganjilan berikutnya adalah ruko kosong itu ditemukan seseorang lalu diviralkan.
  6. Maka sangat mungkin kejadian di Malaysia ini sarat dengan kepentingan politik untuk mendelegitimasi Pemilu dan pihak penyelenggara Pemilu oleh pihak-pihak yang takut kalah dengan menyebut bahwa Pemilu curang dsb. Fakta ini beriringan dengan fakta di berbagai survei menjelang 17 April kubu Prabowo Sandi telah kalah oleh Jokowi Makruf Amin.
  7. Karena itu NasDem mendorong pihak Bawaslu Republik Indonesia dan Kepolisian RI untuk mengusut tuntas kasus ini apakah ini fakta atau rekayasa politik untuk mendelegitimasi Pemilu.
  8. NasDem mendorong dibukanya secara terang benderang kasus ini di hadapan hukum untuk memastikan Pemilu berjalan dengan luber dan jurdil.
  9. NasDem sepakat jika kasus ini belum tuntas pemungutan suara di Malaysia sebaiknya ditunda.
  10. Jika fakta ini adalah sebuah pidana Pemilu, maka NasDem mendorong utk mengusut semua pihak tanpa kecuali dan bertanggung jawab di depan hukum.

Berangkat dari poin-poin tersebut Partai NasDem mengimbau semua pihak untuk berhati-hati dengan skenario kotor (dirty operation) dari kasus surat suara di Selangor. Sebab, kuat diduga ada yang main api untuk membakar rumah sendiri.

Jakarta, 11 April 2019

Willy Aditya

Ketua DPP Partai NasDem

Bawaslu Singgung Anak Dubes

Rahmat Bagja, anggota Bawaslu, buka suara mengenai laporan-laporan yang diterima pihaknya soal Pemilu Serentak 2019 di Malaysia sebelum temuan surat suara tercoblos. Salah satunya berkaitan dengan anak Dubes RI di Malaysia yang mencalonkan diri sebagai calon legislatif dari dapil luar negeri.

“Ada laporan lagi kita bahas karena temuan Panwas bahwa anaknya Pak Dubes ini ikut dalam satu acara, di Duta Besar. Nah itu lagi kita cek semua, tiba-tiba ada kejadian seperti ini,” ungkap Rahmat Bagja ketika dihubungi, Kamis (11/4).

Namun ia tak bersedia memberikan informasi lebih detail mengenai laporan yang berkaitan dengan anak Rusdi Kirana.

Masih berkaitan dengan pencalegan anak Rusdi Kirana, Rahmat Bagja juga buka suara terkait posisi Wakil Duta Besar Malaysia yang ikut menjadi PPLN. Yang menjadi ketakutan Bawaslu, ada konflik kepentingan antara Wakil Duta Besar Malaysia dan anak Rusdi Kirana yang maju caleg.

“Nah, itu salah satunya wakil duta besar, kami sudah mengirimkan surat kepada KPU RI untuk mengganti yang bersangkutan. Agar tidak terjadi konflik kepentingan karena Pak Duta Besar punya anak yang sedang running (pencalegan). Kami dengar ada temuan sedang dibahas memang ditindaklanjuti,” tuturnya.

NasDem mencurigai adanya niatan buruk di balik temuan surat suara tercoblos di Malaysia. Oleh karena itu Sekretaris Jenderal NasDem Johny G Plate meminta pihak Bawaslu untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan menyelidiki siapa dalang di balik kejadian ini.

“Kami meyakini ada pihak dari luar atau pihak bukan kami yang dengan sengaja melakukan usaha pelanggaran tersebut untuk menyudutkan paslon 01, Pak Jokowi (Joko Widodo)-Kiai Ma’ruf Amin, dan sekaligus menyudutkan kader muda potensial NasDem yang saat ini menjadi caleg DPR dapil DKI 2,” ujar Johny.

Sebelumnya diberitakan surat suara dibungkus dalam kantong-kantong plastik hitam ditemukan di ruko di Bangi, Selangor, Malaysia. Dari hasil pengecekan awal, ditemukan ada surat suara pileg yang sudah dalam kondisi tercoblos.

“Jadi berdasarkan sampel yang kita ambil terdapat beberapa surat suara yang sudah dicoblos. Semuanya mayoritas mencoblos 01 dan juga ada di pileg untuk NasDem. Ini sudah kami sampaikan ke Bawaslu,” ujar Ketua Panwaslu Kuala Lumpur Yazza Azzahra.