Jleb! Prabowo Dianggap Berkata Kasar Saat Orasi, TGB Langsung Tanggapi Nyelekit


SURATKABAR.ID – Koordinator Bidang Keumatan DPP Partai Golongan Karya (Golkar) TGH Muhammad Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) memberikan saran kepada Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto bisa memilih kata-kata yang baik ketika tampil di depan publik.

Hal tersebut, seperti yang dihimpun dari laman Tribunnews.com pada Kamis (11/4/2019), diungkapkan TGB menanggapi Prabowo yang terlihat sangat emosional ketika berorasi. Dikhawatirkan sikap tersebut ditiru oleh para pendukung 02.

“Sehingga ucapan, perilaku pemimpin itu bisa gampang ditiru sekali ditiru oleh pengikutnya,” ungkap mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) 2 periode tersebut, ketika ditemui di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, pada Rabu (10/4) kemarin.

TGB pun lantas mengingatkan Prabowo untuk lebih berhati-hati memilih kata maupun pernyataan sebelum melontarkannya di hadapan publik. “Jangan mengotori ruang publik lagi dengan ucapan-ucapan yang tidak baik,” imbuh TGB kemudian.

Lebih lanjut, TGB mengatakan bahwa cara menunjukkan ketegasan itu tidak melulu dengan menggunakan kata-kata yang kesannya negatif. Ketegasan, menurutnya, memang dapat menyatukan semua pihak, dengan begitu masyarakat tak akan terprovokasi.

Baca Juga: Penjelasan BPN Soal Penggunaan Kata ‘Bajingan’ yang Diserukan Prabowo

“Ketegasan itu tidak harus dengan kata kasar. Ketegasan bisa dengan penuh kesantunan, dengan diksi baik yang tidak menyebabkan masyarakat terprovokasi atau emosi,” jelas TGB yang menyebut ketegasan jauh berbeda dengan kekasaran.

Diberitakan sebelumnya, Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto melontarkan kata-kata kasar ketika berorasi di hadapan para pendukungnya pada kampanye yang digelar di Stadion Kridosono, Yogyakarta, pada Senin (8/4) lalu.

Prabowo menggunakan kata ‘bajingan’ untuk mengritik segelintir elite di Jakarta yang telah merusak Indonesia.

“Hak rakyat sedang diinjak-injak oleh orang elite di Jakarta. Seenaknya saja merusak negara ini. Mereka adalah, boleh enggak bicara agak keras di sini? Tinggal 10 hari lagi ya? Mereka adalah bajingan-bajingan,” serunya.

Ketika berpidato di hadapan massa pendukungnya, Prabowo juga meminta aparat, baik tentara maupun polisi yang masih aktif untuk tetap netral. “Kau tidak boleh mengabdi pada segelintir orang, apalagi membela antek-antek asing, apalagi kau bela antek-antek asing,” ujarnya sembari menggebrak podium.

Ia sebetulnya berharap agar para aparat tak mengabdikan dirinya kepada segelintir orang, terlebih jika segelintir itu adalah antek asing. “Hai adik-adikku, kau yang ada di tentara, polisi yang masih aktif. Ingat kau adalah tentara rakyat, kau polisi rakyat. Seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya penuh semangat disambut riuh para pendukung yang memenuhi Stadion Kridosoni, Yogyakarta.