Sandiaga Buka Kemungkinan Angkat Menteri dari Pendukung Jokowi-Ma’ruf


SURATKABAR.ID – Setelah sebelumnya jatah menteri di koalisi pasangan calon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ramai diperbincangkan berbagai lapisan, kini Calon Presiden-Calon Wakil Presiden nomor urut 02 kembali mengeluarkan pernyataan mengejutkan soal susunan nama menteri.

Cawapres Sandiaga Uno, seperti yang ditukil dari laman JPNN.com pada Kamis (11/4/2019), menyatakan kubunya akan menyusun nama-nama menteri berdasarkan kompetensi. Bahkan, jika pada Pilpres 2019 Prabowo dan dirinya menang, mereka bakal menggandeng menteri dari pendukung kubu lawan.

“Tidak terkecuali, tidak pandang bulu mereka dari mana asalnya,” ungkap Sandiaga Uno ditemui di Jakarta, pada Rabu (10/4) malam.

Sandiaga menegaskan, siapa pun tokoh yang dinilai memiliki integritas, komitmen terhadap negara dan bangsa Indonesia, punya niat luhur untuk membangun Indonesia adil dan makmur, serta mempunyai rekam jejak yang baik, mereka bisa dipilih untuk menduduki jabatan menteri.

Baca Juga: Soal Jatah Menteri Partai Koalisi Prabowo-Sandiaga, TKN: Hashim Lebih Berkuasa di Gerindra

“Putra-putri terbaik. Tidak terkecuali, tidak pandang bulu, mereka dari mana asalnya,” ujar Sandiaga dengan tegas.

Namun demikian, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut mengaku dirinya belum berbicara dengan capresnya mengenai nama-nama calon menteri jika keduanya dipercaya memimpin Indonesia pada periode selanjutnya.

Untuk sementara ini, Sandiaga menuturkan, fokus Prabowo-Sandiaga hanya satu, yakni memaksimalkan kampanye pilpres, di mana cuma tersisa beberapa hari saja sebelum memasuki masa pencoblosan.

“Belum (ada pembicaraan dengan Prabowo). Belum ada. Belum ada,” pungkas Sandiaga.

Amunisi Sandiaga

Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku sudah menyiapkan amunisi untuk tampil dalam Debat Pilpres 2019 pada Sabtu (13/4). Sandiaga akan menyoroti pertumbuhan ekonomi nasional era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hanya menyentuh angka 5 persen saja.

“Kami pastikan debat ini bisa menonjolkan sisi di mana selama ini pemerintah terjebak dalam jebakan pertumbuhan lima persen, karena tidak mampu mereformasi secara struktural,” ungkap Sandiaga di Jakarta, Rabu (10/4).

Angka pertumbuhan ekonomi nasional, menurut Sandiaga, sangat jauh dari kata maksimal. Ia menyebtu, pertumbuhan ekonomi negara seharusnya bisa lebih dari 6 persen. “Prabowo-Sandiaga berkomitmen untuk menghadirkan pertumbuhan enam sampai 6,5 persen dalam dua tahun pertama,” tegasnya.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga mengaku optimis angka tersebut bisa dicapai apabila Prabowo dan dirinya mendapat kepercayaan rakyat untuk memimpin Indonesia.

“Melalui sebuah reformasi struktural khusus di bidang industri yang selama ini belum tersentuh reformasi seperti sektor pertanian, sektor manufaktur, dan sektor perumahan rakyat,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Debat Pilpres 2019 kelima akan mengusung tema ekonomi, kesejahteraan sosial, keuangan, investasi dan industri. Debat yang akan mempertemukan masing-masing capres-cawapres Pilpres 2019 ini akan dimoderatori oleh Balques Manisang dan Tomy Ristanto.