Duh! Dilan 1990 Hingga K-Pop Jadi Soal USBN SMP di Bogor


SURATKABAR.ID – Pengguna jagat sosial, terutama Facebook, baru-baru ini dikejutkan dengan sebuah unggahan. Dalam foto tersebut memperlihatkan sebuah lembaran soal diduga Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). Ada sejumlah pertanyaan yang bikin miris para orangtua.

Pertanyaan dalam soal tersebut, seperti dihimpun dari laman Kompas.com pada Rabu (10/4/2019), menyertakan foto dari salah satu grup musik asal Korea Selatan, BLACKPINK. Ada pula soal dalam lembaran tersebut yang menanyakan tentang lagu boyband K-Pop.

Tak hanya itu saja, karena ternyata dalam jenis esai juga tercantum pertanyaan mengenai film Dilan 1990 (2018). Para siswa diminta untuk menggambarkan karakter dalam film yang sukses merebut banyak perhatian tahun lalu tersebut.

Awalnya, foto ini diposting oleh seorang pemilik akun pada Selasa (9/4) petang. Namun tak lama, unggahan tersebut dibagikan ulang hingga lebih dari 4.500 kali. Tercatat lebih dari ratusan komentar telah ditinggalkan warganet yang mampir.

Menurut informasi yang dikumpulkan Kompas.com dari si pengunggah foto, soal ujian tersebut diberikan kepada para siswa sekolah menengah pertama (SMP) di daerah Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga: Geger Konten Khilafah dan Jihad Masuk Soal Ujian, Ini Tindakan Tegas Kemenag Jombang

Menanggapi hal tersebut, Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriawan Salim menegaskan bahwa spal-soal mengenai girlband Korea Selatan, lagu-lagu K-Pop, hingga film Dilan 1990 masih tergolong wajar.

Ia menilai, kemungkinan pembuat soal ingin menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang ada. Meskipun begitu, Satriawan lebih setuju jika yang ditampilkan dalam soal ujian adalah soal-soal yang lebih menunjukkan tentang potensi anak bangsa.

“Saya memahami soal-soal tersebut dibuat dan diusahakan agar kontekstual dengan ‘dunianya siswa Gen Z’ ini, agar terkesan kekinian dan tidak jauh dari kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Satriawan ketika melalui sambungan telepon pada Rabu (10/4) kemarin.

“Tidak ada yang salah dengan mengambil contoh grup Korea tersebut. Namun, ada baiknya pengambilan contoh kasus, misalnya grup vocal yang cita rasanya ‘meng-Indonesia’. Agar anak-anak kita makin paham dengan produk-produk kreatif anak bangsa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Satriawan mengimbau para guru untuk lebih bijak dan berhati-hati ketika membuat soal. Selain itu, guru juga diminta mempertimbangkan dari segala sisi, termasuk ketika mengambil contoh dalam kehidupan nyata serta memperhatikan dampak yang nantinya muncul.

Sebelum diterbitkan, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) akan melakukan pengecekan ulang mengenai layak tidaknya soal yang diberikan pada siswa. “Soal dilarang memuat kontenpornografi, diskriminasi, SARA, politik partisan terhadap partai politik atau calon tertentu,” jelasnya.

Meski demikian, Satriawan mengaku kurang setuju dengan soal yang kini tengah viral di media sosial tersebut. “Munculnya soal yang bermuatan grup musik K-Pop ini saya rasa kurang sensitif dan tidak mempromosikan grup-grup vocal kreasi anak-anak Indonesia yang juga beragam,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Ari Santoso mengungkapkan bahwa soal ujian SMP dibuat oleh pusat dan dipersiapkan oleh masing-masing sekolah. Pihak pemerintah hanya menyiapkan porsi kecil soal yang akan diujikan.

“Sebanyak 25 persen soal dibuat pemerintah, serta 75 persen dibuat oleh guru sekolah masing-masing (KKG) dan dikonsolidasikan di MGMP,” jelas Ari melalui keterangan tertulisnya.