3 Pelajar SMA Penganiaya Siswi SMP Resmi Jadi Tersangka, Ancaman Penjara 3,6 Tahun


SURATKABAR.ID – Sebanyak 3 pelajar SMA yang diduga sebagai pelaku penganiayaan terhadap siswi SMP di Pontianak telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh aparat kepolisian pada Rabu (10/04/2019). Terduga pelaku pengeroyokan terhadap korban Au(14) Kota Pontianak itu berinisial FZ/ LL (17), TR/ AR (17) dan NB/ EC (17).

Menukil Kompas.com, Kamis (11/04/2019), Kapolresta Pontianak Kombes Pol Anwar Nasir menuturkan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa sejumlah saksi. Selain itu keputusan juga ditetapkan setelah polisi menerima hasil rekam medis dari Rumah Sakit Pro Medika Pontianak.

“Dalam pemeriksaan terhadap pelaku, mereka juga mengakui perbuatannya menganiaya korban,” ungkap Anwar dalam konferensi pers yang digelar di Mapolresta Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu malam (10/04/2019).

Ia menambahkan, ketiga tersangka dikenakan Pasal 80 Ayat 1 Undang-undang tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara selama tiga tahun enam bulan.

“Kategori penganiayaan ringan sesuai dengan hasil visum yang dikeluarkan hari ini oleh Rumah Sakit Pro Medika Pontianak,” tukasnya.

Baca juga: Biadab! 12 Pelajar SMA Aniaya Siswi SMP, Alat Vitalnya Dirusak

Dia menjabarkan, penganiayaan yang dilalukan pelaku itu tidak secara bersama-sama. Tetapi bergiliran satu per satu di dua tempat berbeda.

“Sehingga sesuai dengan sistem peradilan anak, bahwa ancaman hukuman di bawah 7 tahun akan dilakukan diversi,” imbuhnya lagi.

Selain itu, dalam setiap pemeriksaan, korban maupun pelaku juga didampingi orangtua, Bapas Pontianak dan KPPAD Kalbar.

“Kami tetap bekerja sama dengan lembaga perlindungan anak, baik korban maupun tersangka, kami atensi untuk melakukan perlindungan,” ucapnya.

Bantah 3 Isu Viral di Media Sosial

Lebih lanjut, geng siswi SMA yang terlibat dalam pengeroyokan Au (14), siswi SMP di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, juga meminta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Indonesia dan korban, tadi malam Rabu (10/04/2019).

Dari ketujuh orang yang meminta maaf malam itu, seperti diketahui tiga di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Adapun keempat lainnya masih diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polresta Pontianak.

“Saya sebagai salah satu pelaku, saya meminta maaf atas perlakuan saya terhadap AD dan saya sangat menyesal atas perlakuan saya ini,” ucap tersangka berinisial FZ/ LL (17).

Mereka dalam kesempatan itu juga mengklarifikasi sejumlah isu yang beredar luas di media sosial sebagai berikut:

1. Bantah pengeroyokan, tetapi satu lawan satu

Menurut FZ/ LL (17), dalam kasus ini tidak terjadi pengeroyokan namun dilakukan secara terpisah yakni satu lawan satu, oleh ketiga pelaku di waktu yang berbeda pada Jumat (29/03/2019) sekitar pukul 14.30 WIB.

“Memang benar kami melakukan pemukulan, tetapi kami tidak mengeroyok, apalagi sampai 12 orang,” sebutnya.

2. Bantah rusak organ vital

Mereka juga kompak membantah telah merusak organ vital korban yang hingga kini menjadi topik paling hangat yang jadi buah bibir di jagat maya.

3. Bantah benturkan kepala ke aspal

Sementara itu, tersangka NB/ EC menyebutkan tak ada aksi penyekapan, penyeretan, penyiraman secara bergiliran dan membenturkan kepala korban ke aspal.

Para remaja ini pun berharap, masyarakat pengguna media sosial tidak menghakimi mereka. Apalagi melakukan ancaman verbal maupun fisik. Karena menurutnya, tidak semua yang beredar di media sosial itu benar.

“Saya minta maaf kepada AD dan keluarganya. Saya menyesal,” ucap NB/ EC.