Biadab! 12 Pelajar SMA Aniaya Siswi SMP, Alat Vitalnya Dirusak


    SURATKABAR.ID – Seorang siswi SMP bernama Audrey saat ini tengah terbaring di rumah sakit karena dikeroyok oleh 12 pelajar SMA. Dengan biadabnya, mereka menganiaya korban, bahkan hingga merusak alat vital korban inisial A tersebut. Insiden yang terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat ini menjadi buah bibir di dunia maya dan menggegerkan masyarakat. Korban harus menerima nasib nahas yang begitu mengecewakan akibat perundungan ini.

    Mengutip laporan IDNTimes.com, Rabu (10/04/2019), kasus ini pun praktis menjadi perbincangan dan sorotan di netizen. Bahkan tanda pagar (tagar) #JusticeForAudrey menjadi trending topic nomor satu di Twitter. Sementara itu berbagai postingan seputar kasus ini juga ikut viral di Instagram.

    Salah satu akun yang membeberkan kisah AY ini adalah @syarifahmelinda.

    “Nasib kurang beruntung dialami oleh Ay (14), siswi SMPN 17 Pontianak yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan 12 orang pelajar berbagai SMA di Kota Pontianak,” cuit @syarifahmelinda.

    Tiga Pelaku Dilaporkan ke Polisi

    Atas insiden tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Pol Dony mengungkapkan, pihaknya akan mengusut kasus penganiayaan tersebut. Polisi juga telah menerima laporan dari korban soal pelaku penganiayaan itu.

    Baca juga: Keterlaluan! Pelaku Penganiayaan Audrey Malah Bikin Video Boomerang di Kantor Polisi

    “Ada tiga orang yang dilaporkan oleh korban,” tukas Dony saat dikonfirmasi, Selasa (09/04/2019).

    Kasus ini kini sudah dilimpahkan dari Polsek ke Polresta Pontianak. Berdasarkan laporan ke polisi, penganiayaan terjadi pada 29 Maret 2019.

    Sementara itu, KPPAD Kalbar memberikan pendampingan hukum kepada korban maupun pelaku. Kasus ini juga ikut ditangani Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat.

    Ketua KPPAD Kalbar Eka Nurhayati Ishak menuturkan, pihaknya menerima aduan korban yang didampingi ibunya pada Jumat (05/04/2019) sekitar pukul 13.00 WIB.

    Dalam aduan tersebut, korban melaporkan dirinya telah mengalami kekerasan fisik dan psikis, seperti ditendang, dipukul, rambut yang dijambak serta diseret hingga kepalanya berbenturan dengan aspal. Selain itu, korban hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Medika, Pontianak.

    “Dari pengakuan korban, pelaku utama penganiayaan ada tiga orang, yakni berinisial NE, TP, dan FZ, sedangkan sembilan orang lainnya hanya sebagai penonton,” ungkap Eka.

    Menurut penjelasn Eka, KPPAD Kalbar juga akan memberikan pendampingan yang sama, baik kepada korban maupun pelaku, sebagai bentuk pendampingan trauma healing. Ia juga meminta pemberitaan mengenai kasus ini tak terlalu vulgar mengingat pelaku dan korban masih anak-anak (di bawah umur).

    Mahfud MD Ikut Merespon

    Kasus pengeroyokan ini berawal dari masalah seorang pria. Korban punya sepupu berinisial P. Mantan pacar P kemudian berpacaran dengan D, tapi masih sering berhubungan dengan P, sehingga D emosi. Masalah ini pun berlanjut ke media sosial.

    “Korban ini sering nimbrung dan komentar di medsos. Ini ternyata memancing emosi pelaku,” imbuh Eka.

    Eka menambahkan, ada 12 siswi SMA dari berbagai sekolah di Pontianak yang terlibat pengeroyokan ini. Pelaku utama yang mengeroyok AY berjumlah tiga orang.

    “Dua orang provokator, tiga orang pelaku utama, sementara tujuh sisanya menyaksikan tapi tidak menolong dan tidak melerai,” ungkap Eka.

    Selain petisi dari masyarakat Indonesia yang masih mengumpulkan suara agar keadilan hukum ditegakkan untuk korban, sejumlah selebritis, tokoh masyarakat lainnya turut memberikan tanggapan mereka. Salah satunya tak terkecuali pakar hukum tata negara Profesor Mahfud MD.

    Dilansir dari laporan TribunNews.com, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi tersebut juga turut menyoroti foto terduga pelaku pengeroyokan Audrey, korban yang saat ini masih berusia 14 tahun tersebut. Pasalnya saat ini korban tak hanya terluka secara fisik. Ia mengalami muntah kuning, rusak selaput dara, dengan trauma di bagian dada lantaran mengalami kekerasan diinjak di bagian perut, dijambak rambut, dibenturkan kepalanya ke aspal, disiram dengan air, ditendang di bagian wajah hingga pendarahan hidung dan luka dalam sehingga harus diperiksa lebih lanjut.

    Mahfud MD ikut menanggapi melalui media sosial Twitternya, pada Rabu (10/04/2019).

    “Polisi sudah bertindak,” tulis Mahfud MD.

    Mahfud MD menjelaskan jika hukum punya prosedur yang harus dilalui dengan sabar.

    “Hukum ada prosedur-prosedurnya yang harus dilewati dengan sabar,” tulisnya.

    Ia juga menegaskan jika Indonesia ingin menjadi negara yang baik maka hukum harus ditegakkan. Namun meski begitu, ia mengimbuhkan bahwa dalam menjalankan hukum harus berhati-hati agar tak salah sasaran.

    “Pokoknya harus ada penegakan hukum secara tegas jika kita ingin negara ini baik. Tapi juga berhukum itu harus bersabar agar tidak salah sasaran,” tulisnya lagi.

    Mahfud MD lantas menyoroti potret diri salah seorang terduga pelaku. Ia tampak kaget saat mengetahui terduga pelaku ternyata adalah seorang remaja perempuan juga. Ia pun tak menyangka dan tak habis pikir jika seorang anak perempuan dapat bertindak sekejam itu.

    “Wuih, pelakunya perempuan? Perempuan kok bengis yaaa,” ungkap Mahfud MD.