Puluhan Anggota Brimob Rusak Rumah Seorang Nenek, Begini Penjelasan Sang Komandan


SURATKABAR.ID – Puluhan anggota kepolisian dari Satuan Brimobda Sulawesi Tenggara diduga melakukan pengerusakan terhadap rumah salah seorang warga di Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari pada Minggu (7.4) sekitar pukul 01.30 Wita.

Lantaran aksi tersebut, seperti yang dihimpun dari laman Tribunnews.com pada Selasa (9/4/2019), rumah kepunyaan Yuda Husnah (68) pun mengalami kerusakan di beberapa bagian. Mulai dari kaca jendela yang hancur, pintu rumah rusak, hingga kamar serta dapur diobrak-abrik.

Aksi sejumlah aparat tersebut diduga lantaran seorang rekannya menjadi korban pembacokan oleh sekelompok preman di Simpang Adibahasa, Kendari, malam sebelumnya. Dan ketika anggota Resmob Polda Sultra melakukan pengejaran, kelompok preman tersebut diduga berlindung di rumah tersebut.

Yuda Husnah mengungkapkan, ketika puluhan anggota Brimob menyatroni kediamannya, ia tengah terlelap bersama delapan cucunya. Terkejut mendengar keributan yang disebabkan karena kaca rumahnya pecah setelah dilempari dari luar, ia pun terbangun.

Begitu keluar rumah, wanita paruh baya ini mendapati sudah ada beberapa orang tak dikenal yang melakukan aksu pengerusakan sambil meneriakkan kata, “Keluar!” yang diserukan oknum aparat tersebut berulang-ulang.

Baca Juga: Jadi Tersangka, Ustaz Jafar Umar Thalib Ditahan Polisi Terkait Kasus Perusakan Rumah di Papua

“Saat kejadian banyak polisi di depan rumah, tapi hanya menonton saja dan tidak melakukan pengamanan. Sementara dalam rumahnya saya tidak tahu persis berapa jumlahnya, tapi yang di luar itu banyak,” jelas Nenek Yuda, Senin (8/4).

Yuda menjelaskan aksi para anggota kepolisian seperti tengah memburu pelaku teroris. Dirinya sendiri mengaku tak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan oknum Brimob tersebut menjadikan rumahnya sebagai sasaran.

Bahkan, ketika pintu kamarnya didobrak, Yuda Husnah mengungkapkan dirinya hampir terkena tusujan sangkur pada bagian perut, lantaran ia mencoba menahan pintu kamar yang coba dibuka secara paksa oleh para anggota kepolisian tersebut.

“Kami diperlakukan seperti teroris. Bukannya mengayomi dan melindungi masyarakat, malahan mereka menyerang dengan membabi buta. Kalau memang ada anggota keluarga yang melakukan pelanggaran hukum, kan bisa datang baik-baik menanyakan,” pungkasnya.

Nenek Yuda Melapor ke Polda Sultra

Tak terima dengan perlakuan yang diterimanya dari para anggota kepolisian, Yuda Husnah pun melapor ke Mapolda Sultra. Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Sultra AKBP Hary Goldenhard membenarkan bahwa benar ada aksi penyerangan yang dilakukan anggota Brimob Sultra.

Alasan anggota Brimob melakukan aksi tersebut karena ada anggota mereka yang diserang menggunakan parang tanpa sebab. Pelakunya adalah sekelompok preman yang merupakan pemilik rumah tersebut.

Hanya saja ketika dikejar pelaku berhasil melarikan diri dan hingga berita diturunkan masih dalam pencarian. “Mereka lari bersembunyi di rumah tersebut, jumlah mereka sekitar puluhan orang preman (banyak). Setelah malam itu anggota kita diadang,” jelasnya.

Harry melanjutkan bahwa pihaknya telah membentuk tim guna mengusut kasus tersebut. “Tim Reskrimum ditugaskan mencari pelaku penganiayaan terhadap anggota dan propam untuk menyelidiki pengerusakan rumah warga,” jelasnya kemudian.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) Kombes Pol Joni Afrizal Syarifuddin mengungkapkan bahwa rumah tersebut dirusak lantaran adanya upaya penangkapan terhadap sekelompok preman yang sebelumnya menganiaya anggota Brimob bernama Bripda Roxi.

Joni menegaskan pihaknya sama sekali ada niatan untuk merusak rumah warga. Ia mengungkapkan, awalmnya Bripda Roxi melintas di Simpang Adibahasa Baruga, Minggu (7/4) dini hari. Ketika itu sekelompok preman yang tengah berkumpul di lokasi meneriaki korban dengan kata-kata tak pantas.

Mendengar hal tersebut, Bripda Roxi memutuskan berhenti dan menanyakan maksud kelompok tersebut. Namun bukannya memberi penjelasan, salah satu di antara preman tersebut malah ada yang langsung menebaskan parang dan mengenai pinggang Bripda Roxi.

Usai menganiaya, kelompok preman tersebut bergegas kabur dan bersembunyi di dalam rumah di Jalan Mayjend Katamso tersebut. “Saat kelompok preman masuk ke dalam rumah. Anggota kami berusaha menangkap, tapi sama sekali tidak ada niat dari anggota Brimob untuk melakukan pengerusakan,” jelasnya.

Permintaan Maaf Dansat Brimob Joni

Di depan awak media, Komandan Brimob Polda Sultra mengakui kesalahan yang dilakukan anggotanya dalam aksi pengerusakan tersebut. Selain meminta maaf dan memberikan ganti rugi kepada Nenek Yuda, Joni juga menegaskan pihaknya akan memproses anggota yang terlibat dalam aksi tersebut.

“Kami meminta maaf atas insiden yang dilakukan oleh anggota kami. Sebagai bentuk rasa tanggung jawab pasca kejadian ini, kami telah mengganti rugi dan memperbaiki seluruh kerusakan rumah milik Ibu Yuda Husna,” ujar Joni.

“Secara internal, kasus ini tetap dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa anggota saya. Belajar dari persoalan ini, kami berjanji hal ini tidak akan terulang lagi,” ujar Joni dengan tegas.

Yuda Husna sendiri mengaku telah memaafkan pihak Brimob atas musibah yang ia alami.

“Saya telah menerima permintaan maaf dari Bapak Komandan Brimob atas peristiwa ini. Bagaimana pun, insiden ini memang tidak luput dari kekhilafan yang telah lepas kendali karena kesalahpahaman. Saya juga keluarga besar Brimob Polda Sultra, hal ini tidak akan lagi saya perbesarkan,” tutur Yuda.