Duh! Pemilu Makin Dekat, Kuburan Keramat Ini Kian Ramai Dikunjungi Para Caleg


SURATKABAR.ID – Gelaran Pemilu 2019 semakin dekat. Dan rupanya para calon anggota legislatif tak hanya beramai-ramai mendatangi masyarakat saja. Pasalnya, jelang pesta demokrasi ini kuburan yang dianggap keramat pun dijadikan sebagai tempat para calon wakil rakyat untuk mencari bantuan.

Salah satu kuburan yang banyak disinggahi politikus, seperti yang dihimpun dari laman JPNN.com pada Senin (8/4/2019), yakni kompleks makam Bathoro Katong yang terletak di Desa Sentono, Kecamatan Jenangan, Ponorogo.

Juru kunci makam para pemimpin Bumi Reog, Sunardi, secara terang-terangan mengaku sudah sangat hafal dengan wajah-wajah para politikus yang sering mampir ke tempat tersebut menjelang momen-momen tertentu.

Pria yang sudah sejak puluhan tahun memegang posisi sebagai juru kunci makam ini sangat paham maksud dan tujuan yang ada di balik benak para peziarah, termasuk mereka yang berbondong-bondong datang menjelang pemilu serentak ini.

Angka peziarah setiap mendekati Ramadan atau momentum tertentu, disebut Sunadri semakin meningkat drastis. “Selalu meningkat ketika menjelang Ramadan atau momentum seperti sekarang ini (jelang pemilu),” jelasnya seperti yang dikutip JPNN.com dari Radar Madiun (Jawa Pos Group).

Baca Juga: Terang-Terangan ‘Nyebrang’ Dukung 01, Caleg Partai Demokrat Ini Ogah Dicap Pembelot

Makam Bathoro Katong sendiri merupakan salah satu kompleks kuburan tua di Ponorogo. Para leluhur yang pernah memimpin Kota Reog di masa lalu dimakamkan di sana. Tak hanya warga setempat saja yang kerap berziarah ke kompleks pemakaman ini. “Ada yang dari luar daerah juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sunardi menjelaskan, sejumlah tokoh kondang di Ponorogo hingga caleg dari luar daerah sering mengunjungi kompleks makam Bethoro Katong. Namun ketika ditanyai informasi terkait nama-nama para caleg yang sering berziarah ke kompleks pemakaman tersebut, Sunardi menolak buka suara.

“Tidak perlu disebut namanya, rata-rata datang berombongan,” tuturnya.

Biasanya, imbuh Sunardi, para peziarah kompleks pemakaman Bathoro Katong datang dengan didampingi penasihat spiritual yang bertugas memimpin doa berjamaah. Namun ada juga yang meminta tolong kepada juru kunci.

“Prinsipnya kami tidak melarang maupun membatasi. Siapa pun boleh ziarah di makam ini,” ujar Sunardi.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik dari Universitas Merdeka (Unmer) Madiun Mudji Rahardjo, buka suara. Ia menduga, begitu banyaknya caleg yang memilih sambat di makam keramat tak lepas dari ketatnya persaingan dan tingginya biaya politik.

“Kondisi ini memang erat kaitannya dengan cost atau biaya politik yang memang cukup tinggi di Indonesia,” ungkap Muji.

Ia menilai, kondisi tersebutlah yang kemudian mendorong para caleg berpikiran sempit untuk memilih cara-cara tak rasional. Salah satunya adalah meminta bantuan dukun.

“Jadi sepanjang sistem ini tidak berubah, siapa pun berpeluang bertindak tidak rasional demi mencapai tujuan politiknya,” pungkasnya.