Prabowo Akan Beri Pensiun ke Koruptor? ICW Tanggapi Begini


SURATKABAR.ID – Sikap toleran capres no urut 02 Prabowo Subianto yang hendak memberi kesempatan para koruptor untuk tobat dan uang pensiun pada mereka mendapat tanggapan dari Indonesia Corruption Watch (ICW). ICW heran atas sikap tersebut. Menurut penilaian Donal Fariz selaku Koordinator Divisi Korupsi Politik ICW, sikap toleran itu justru tak akan mengurangi perilaku korupsi di negeri ini.

“Sikap toleran kayak begitu justru tidak akan mengurangi perilaku korupsi. Justru koruptor itu adalah dihukum badannya dan disita asetnya. Kok malah memaafkan kayak begitu,” tukas Donal saat dihubungi awak media, Minggu (07/04/2019). Demikian seperti dikutip dari reportase Detik.com, Senin (08/04/2019).

Menurut Donal, sudah ada tataran dan aturan yang tertera dalam undang-undang untuk memberantas korupsi di Republik Indonesia. Artinya, ada akibat hukum yang akan diberikan kepada para koruptor, salah satunya yakni dengan penyitaan aset dan penyiksaan badan.

“Sehingga justru itu (sikap toleran memberi koruptor pensiun) bertentangan dengan semangat yang sudah dibangun selama ini, bahwa pemberantasan korupsi itu menghukum badan pelakunya dan kemudian merampas atau menyita asetnya. Nah konsep kayak begitu bertentangan dengan desain pemberantasan korupsi di dalam undang-undang 31 tahun 1999 yang kemudian menghukum badan, merampas aset pelaku kejahatan korupsi itu, bukan justru menafkahinya dalam bentuk uang (pensiun), apalah begitu seperti bahasa dia (Prabowo),” beber Donal lagi.

Tobat Urusan Pribadi

Dilanjutkan Donal, masalah tobat ialah urusan pribadi masing-masing koruptor. Saat undang-undang telah mengatur mekanisme hukuman untuk koruptor, maka tak ada mekanisme tobat dalam undang-undang.

Baca juga: Saat Prabowo Tirukan Gaya Bicara Pemimpin RI yang Bagi-bagi Kartu

“Kalau taubat itu kan mekanisme urusan dia dengan Tuhan, jadi menurut saya mekanisme taubat seperti apa? Menurut saya masih terlalu kabur tawaran seperti itu. Justru harusnya dikonkretkan saja seperti memperkuat KPK, kemudian melakukan pembersihan di sisi penegak hukum, kepolisian, kejaksaaan, itu menurut saya lebih tegas dan lebih konkret, daripada konsep-konsep yang masih menerawang dan akan menimbulkan perdebatan,” tandasnya menambahkan.

Donal pun lantas meminta Prabowo untuk lebih konkret dalam memaksimalkan konsep pemberantasan korupsi yang sudah ada di negara RI. Hal ini lebih baik ketimbang memberi tawaran yang konsepnya masih kabur, seperti memberi dana pensiun bagi koruptor.

“Definisi taubat itu membingungkan. Definisi taubat seperti apa yang dimaksud. Jadi ketika ada kasus korupsi diproses secara hukum, kemudian pelaku dipidana, aset dirampas, menurut saya itu justru lebih efektif daripada tawaran-tawaran lain yang belum teruji dan apalagi tidak diterapkan di banyak negara,” tegasnya.

Sebelumnya, Prabowo dalam pidatonya di GBK sempat menyebutakan akan meminta para koruptor bertobat dan mengembalikan uang negara. Koruptor juga akan diberi dana pensiun.

“Kita akan panggil koruptor-koruptor itu, kita akan minta mereka taubat dan sadar kembalikanlah uang-uang yang kau (koruptor) curi, ya boleh kita sisihkan sedikit lah, boleh nggak? Ya untuk dia pensiun, berapa? Kita tinggalin berapa?” tutur Prabowo dalam pidatonya di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Minggu (07/04/2019).

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.