Nyelekit! Soal Kampanye Prabowo di GBK, Kubu Jokowi Lempar Komentar Pedas


SURATKABAR.ID – Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, buka suara menanggapi kampanye akbar Prabowo Subianto yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (7/4) pagi.

Ace, seperti yang dilansir dari Republika.co.id, Minggu (7/4/2019), menilai kampanye calon presiden nomor urut 02 tersebut dipenuhi nuansa eksklusivitas dan juga politik identitas. Pasalnya kelompok tersebut hanya memberikan fasilitas pada kelompok mayoritas di Indonesia.

Ia menilai, penyelenggaraan kegiatan ini menjadi bukti kekhawatiran ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait konsep kampanye akbar capres 02 kali ini. Ia setuju dengan pendapat SBY bahwa kampanye Prabowo jauh dari cerminan kampanye nasional yang inklusif.

“Apa yang diingatkan oleh Pak SBY bahwa kampanye 02 eksklusif dan tidak lazim memang menjadi kenyataan hari ini di GBK. Terlihat jelas kubu 02 ingin menonjolkan penggunaan politik identitas dengan memobilisasi sentiment pendukung,” ujar Ace melalui keterangan resmi, Minggu (7/4).

Politisi Golongan Karya (Golkar) ini menyebut konsep kampanye yang diambil Prabowo hanyalah pengulangan gerakan 212. Seperti misalnya, Ace menyebutkan, susunan acara kampanye yang dimulai dari salat subuh berjamaah, kemudian disusul orasi politik dalam balutan tausyiah.

Baca Juga: Prabowo: Ini Adalah Rapat Akbar Politik Terbesar dalam Sejarah Republik Indonesia

“Walaupun dibungkus dalam bahasa tausyiah, orasi politiknya penuh dengan bahasa kebencian dan permusuhan dengan Pak Jokowi. Bahkan orasi Rizieq Shihab kembali membangun framing kubu 02 kalah karena dicurangi,” imbuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tersebut.

Ace sangat menyayangkan dalam kampanye prabowo tidak ditampilkan tawaran ide dan program yang ke depannya bakal dijalankan jika terpilih di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. “Tidak ada tawaran ide, program, gagasan yang disampaikan,” ujarnya.

Hal tersebut, hanya berarti bahwa kubu penantang Calon Presiden Petahana Jokowi ini tak lagi memiliki gagasan brilian yang bisa merebut simpati rakyat. “Ini artinya kubu 02 sudah miskin gagasan dan berkehendak hanya mengandalkan politik identitas,” imbuh Ace.

Lebih lanjut, Ace meminta kubu 02 untuk kembali mempertimbangkan narasi berkampanye lantaran berpotensi memunculkan efek yang dapat memecah-belah masyarakat.

“Karena seperti yang disampaikan Pak SBY, penggunaan politik identitas oleh kubu 02 akan menarik garis tebal kawan dan lawan yang akan memecah-belah bangsa ini. Masih banyak narasi kampanye yang cerdas dan mendidik,” jelasnya kemudian.

Diberitakan sebelumnya, SBY menuliskan surat teruntuk tiga petinggi Partai Demokrat, yakni Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsudin, Wakil Ketua Umum PD Syarief Hasan, dan Sekretaris Jenderal PD Hinca Pandjaitan.

SBY, dalam surat tersebut menyampaikan ketidaksetujuannya dengan konsep kampanye akbar yang diusung Prabowo Subianto, hari ini.