Dulu Jadi Dambaan, 10 Band Ini Meredup Usai Ditinggal Sang Vokalis


SURATKABAR.ID – Pernah berdiri di puncak kepopuleran dengan elu-elu dari para fans, sejumlah band terkenal rupanya tak sanggup mempertahankan statusnya sejak ditinggal vokalis mereka. Seperti yang diketahui, vokalis di sebuah band adalah ujung tombak dengan peran besar.

Baik atau buruknya sebuah band sangatlah dipengaruhi oleh vokalis mereka. Tak mengherankan jika satu band meledak di pasaran, maka sang vokalis yang terlebih dahulu dikenal publik, bukan personel lainnya di dalam band tersebut.

Dampak buruknya adalah, ketika ada penggantian vokalis, entah karena memang diganti atau hengkang, tak ayal band tersebut terancam bubar. Hal itu rupanya kerap dialami tak sedikit band di panggung hiburan Tanah Air.

Jika dahulu di masa keemasannya mereka dikelilingi para fans, berikut 10 band Indonesia yang malah makin melempem sejak ditinggalkan oleh vokalis mereka, seperti yang dihimpun dari laman Tribunnews.com pada Minggu (7/7/2019),. Siapa saja?

1. Kerispatih

Perpaduan suara emas Sammy Simorangkir dan lagu-lagu berbau cinta gubahan Badai membawa band yang dibentuk pada 21 April 2003 ini meledak di pasaran. Hampir setiap lagu yang ditelurkan Kerispatih berhasil menduduki tangga lagu di radio maupun televisi nasional.

Baca Juga: Dituding Beli Subscriber, Atta Halilintar Didesak Bayar Rp 1 Miliar

Hanya dalam waktu singkat, Kerispatih menjelma menjadi salah satu band paling disukai dengan jutaan penggemar. Namun semua berubah drastis sejak posisi Sammy digantikan oleh jebolan ajang pencarian bakat Indonesia Idol 2007, Fandy Santoso. Kerispatih tak lagi secemerlang dulu.

2. Drive

Anji, tak bisa dipungkiri, merupakan salah satu penyanyi dengan suara terbaik di Indonesia. Namanya keli pertama didengar saat dipercaya menjadi vokalis Drive. Suaranya yang khas langsung melekat dengan band tersebut. Sayangnya, Anji tak dapat bertahan dan lebih memilih hengkang pada 2010.

Umaru Takaeda, vokalis baru Drive, tak kuasa mempertahankan posisi mereka di puncak kejayaan. Tidak sampai satu tahun, Takaeda meninggalkan Drive yang kemudian mendapuk Tirta Adilla. Tetapi pemilik karakter suara yang mirip Anji ini juga tidak bisa mengembalikan kepopuleran Drive.

3. Seurieus

Berkat lagu berjudul Rocker Juga Manusia yang dirilis pada 2005, band Seurieus langsung mencuri perhatian. Candil, sang vokalis yang tampil dengan wig keriting a la rocker band Heavy Metal era 90-an membawa kesegaran tersendiri bagi band yang mengusung konsep entertaining the audience ini.

Namun sayang, Candil memutuskan mundur pada 2008 lantaran sibuk dengan kegiatan barunya di dunia perfilman Indonesia. Seurieus lalu menggandeng Boym untuk mengisi posisi Candil. Tetapi upaya mereka tak membuahkan hasil. Nama Seurieus justru makin tenggelam.

4. ST12

Terbentuk pada 2004 dari sekumpulan pengamen, ST12 dengan karakter vocal Charly yang begitu kental berhasil berdiri di puncak kepopuleran. Single Aku Tak Sanggup Lagi, Rasa yang Tertinggal, hingga P.U.S.P.A makin menancapkan nama ST12 sebagai band paling digemari.

Da sejak ditinggalkan Charly serta Pepep yang membentuk Setia Band, ST12 pun mulai layu. Pepep yang tetap menjalankan ST12 menggaet Ridho sebagai vokalis. Sempat meraih banyak penghargaan berkat album Lentera pada 2013, ST12 rupanya sudah mulai dilupakan.

5. Naff

Memiliki penggemarnya sendiri, Naff dikenal sebagai band pop yang membawakan lagu-lagu cinta. Yang Tak Pernah Bisa Mencintaimu, A.N.G (Jangan Letih), Terendap Laraku, Kau Masih Kekasihku, dan Akhirnya Ku Menemukanmu, hanya beberapa lagu mereka yang terkenal.

Pada 2010, Ady sang vokalis yang juga merupakan motor Naff memilih pergi. Penyanyi asal Bandung ini memutuskan bersolo karier. Posisinya di Naff kemudian dipegang Arda, kekasih Tantri Kotak. Sempat menggeliat, namun Naff bersama Arda malah tak terdengar.

6. Zigaz

Single perdana mereka berjudul Sahabat Jadi Cinta pada 2009 membawa Zigaz ke puncak. Di tengah gempuran band Melayu, Zigaz dengan karakter suara Zian yang nge-rock sukses merebut pasaran. Kerap tampil di layar kaca, mereka menjadi band paling laris.

Sayang, di saat yang bersamaan, Zian justru menjadi sumber berita miring lantaran masalah pribadinya. Baru-baru ini ia mengumumkan keputusannya hengkang dari band yang membesarkan namanya. Posisi Zian lalu digantikan oleh Mega Ratu Purnama. Bersama Mega, Zigaz harus kembali mulai dari awal.

7. Cokelat

Band Cokelat bersama Kikan sang vokalis menjelma sebagai band rock paling mencuri perhatian dengan album perdananya, Untuk Bintang pada 2000. Suara khas Kikan membuat Cokelat makin digemari. Sukses dengan album perdana, berselang satu tahun Cokelat kembali menelurkan album, Rasa Baru.

Album kedua mereka makin membawa Cokelat sebagai band yang digemari para remaja era itu. Sayang, setelah delapan album dikeluarkan, Kikan dan Ervin yang mengaku tak bisa sejalan dengan Cokelat memilih hengkang dari band yang membesarkan namanya.

Jebolan Indonesian Idol 2007, Sarah Hadju pun didapuk Cokelat sebagai vokalis baru. namun tak lama Sarah juga memutuskan pergi dengan alasan yang sama seperti Kikan. Cokelat bersama vokalis barunya, Jackline Rossy alias Jackline kembali berjuang. Namun mereka malah makin hilang.

8. Kangen Band

Merupakan band yang sangat fenomenal, Kangen Band rupanya merupakan band yang sudah punya nama di kota asal mereka, Lampung, sebelum muncul di industri music Indonesia pada 2007. Latar belakang para personel dari keperja kelas bawah makin membuat Kangen Band menarik.

Album perdana mereka, Tentang Aku Kau dan Dia yang dirilis pada 2007 langsung meledak di pasaran berkat single Tentang Bintang dan Selingkuh. Makin terkenal, mereka malah kehilangan arah lantaran masalah pribadi yang menghingapi personelnya.

Tanggal 11 Maret 2011 menjadi puncaknya, ketika markas Kangen Band digerebek atas dugaan pesta narkoba yang digelar para personel. Pada Juli 2012, Andika didepak dari Kangen Band lantaran menyalahi kontrak.

Posisi Andika digantikan Reyhan yang membawa perubahan pada wajah Kangen Band. Vokalis baru mereka memoles Kangen Band menjadi lebih rapi dan fashionable. Dan rupanya, kehadiran Reyhan tak disukai motor Kangen Band. Alasannya Reyhan tak bisa menjaga ruh mereka seperti Andika.

Doddy, sang motor Kangen Band pun memutuskan cabut dari Kangen Band. Bersama Anduka, Doddy membentuk duo, Kangen Lagi. Tak hanya Kangen Band saja yang makin terlupakan. Kangen Lagi juga tak begitu terdengar.

9. Utopia

Band asal Bandung yang mengusung music pop rock ini menyita perhatian para pecinta musik Indonesia berkat suara khas Pia, sang vokalis. Single Terbang dan Antara Ada dan Tiada dalam album perdana, Selftitled yang dirilis pada 2003 membuat Utopia diterima dengan baik.

Tahun 2005 dan 2007 menjadi puncak kepopuleran Utopia. Nama mereka semakin berkibar. Namun sejak Pia memilih bersolo karier pada 2010, Utopia semakin tak terurus. Meski single Mencintaimu Sampai Mati pada 2011 cukup sukses, namun setelahnya Utopia makin kehilangan arah.

Tahun 2014, Pia meninggalkan band yang telah ia besarkan. Posisinya digantikan oleh Novi. Hanya sebentar, Novi juga hengkang dari Utopia. Posisi vokalis kini diisi oleh Anna. Hanya beranggotakan tiga personel, Utopia bersama musik yang lebih nge-pop tak lagi setenar dulu.

10. d’Bagindas

Kehadiran nama band satu ini cukup fenomenal. Single C.I.N.T.A, Apa yang Terjadi?, Empat Mata, dan Tak Seindah Malam Kemarin, cukup diterima pendengar Indonesia. Sayang, pada akhir 2013, d’Bagindas diterpa konflik.

Vokalis mereka, Bian, hengkang. Personel lainnya pun ikut menyusul. Pada 2014, d’Bagindas pun mengganti namanya menjadi Bagindas dengan hanya dua personel. Sejak itu d’Bagindas pun tak lagi terdengar karyanya.