Acara Bedah Buku Prabowo-Sandi di Surabaya Dibubarkan, Panitia: Panwaslu dan Polisi Datang


SURATKABAR.ID – Acara bedah buku “Prabowo-Sandi di Mata Milenial: Telaah Pemikiran dan Perjuangan Prabowo-Sandi Menuju Indonesia Adil Makmur” yang digelar di Kafe Joker, Surabaya pada Jumat (5/4) sore terpaksa dibatalkan.

Menanggapi hal tersebut, seperti yang dihimpun dari laman Viva.co.id pada Sabtu (6/4/2019), ketua panitia penyelenggara, Iqbal, buka suara. Ia mengatakan gagalnya acara bedah buku tersebut lantaran adanya pencekalan dari pihak Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya dan pihak kepolisian.

“Panwaslu dan polisi datang ke sini (tempat acara) dan melarang bedah buku. Pada akhirnya peserta yang datang langsung meninggalkan ruangan,” jelas Iqbal terkait hal tersebut melalui keterangan tertulisnya pada Sabtu (6/4).

Lebih lanjut, Iqbal menjelaskan, ketika ditanyai soal alasan pelarangan, pihak Panwaslu dan kepolisian meminta surat permohonan izin. Padahal, ditegaskan Iqbal, pihak panitia telah memberikan penjelasan kepada aparat terkait mengenai isi acara bedah buku tersebut.

Panitia penyelenggara menyebutkan bahwa acara tersebut hanya merupakan forum pertukaran gagasan dan pengujian terhadap isi buku. Dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan kegiatan kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Baca Juga: Sandiaga Diprotes Karena Kibarkan Bendera NU Saat Kampanye

“Ini sungguh sangat disesalkan. Kami berharap acara tersebut bisa menjadi ajang pertukaran gagasan para kaum milenial baik pendukung Paslon 01 maupun 02 serta undecided voters,” tutur sang ketua panitia penyelenggara tersebut kemudian.

Sementara itu, terkait terjadinya aksi pencekalan terhadap acara bedah buku Prabowo-Sandi, salah seorang penulis buku bernama Riyanda Barmawi ikut buka suara. Ia mengaku menyesalkan sampai terjadi pencekalan.

Pasalnya, bedah buku yang sebelumnya digelar di Jakarta dan Malang dilaporkan berjalan sukses tanpa kendala. Bahkan diakui meski tanpa adanya pemberitahuan ataupun permohonan surat izin acara kepada Panwaslu dan pihak aparat, tidak ada halangan apapun.

“Bedah buku yang kami lakukan di beberapa tempat tidak ada indikasi kampanye Paslon 02. Kami pun bukan bagian dari tim pemenangan maupun kelompok relawan Prabowo-Sandi,” jelas Riyanda ketika dimintai konfirmasi.

“Kami membedah buku Prabowo-Sandi murni bertujuan mendiskusikan isi buku karena pada dasarnya buku apa pun itu harus diuji. Bahkan bedah buku yang kami lakukan telah diikuti baik oleh pendukung Jokowi (Joko Widodo)-Ma’ruf maupun Prabowo dan lancar-lancar saja,” imbuhnya lebih lanjut.

Di lain sisi, Pengurus Beginner Enterpreuneur Uni sekaligus Pendiri Hezavara Teach, Ramadhani Tegar P, yang juga merupakan panelis bedah buku, mengatakan, sebenarnya sudah waktunya semua orang mengetahui kebenaran yang telah diperjuangkan.

“Artinya, hal-hal yang menghalangi itu semua sudah kita layani di Indonesia. Jika teman-teman mengalami itu, saya rasa jangan berhenti untuk berjuang. Karena memperjuangkan kebenaran itu adalah sesuatu yang tidak sia-sia. Insya Allah akan memberikan manfaat bagi banyak orang, Amin,” ujarnya.

Sebagai informasi, buku “Prabowo-Sandi di Mata Milenial: Telaah Pemikiran dan Perjuangan Prabowo-Sandi Menuju Indonesia Adil Makmur” ditulis oleh Riyanda Barmawi, Haris Samsuddin, dan juga M Jusrianto.