Terlarang! Jika Tak Ingin Bikin Pasangan Hancur, Jauhi 7 Hal Ini


SURATKABAR.ID – Lidah memang tak bertulang. Meski sudah sangat hati-hati dalam memilih kalimat yang ingin diucapkan, namun terkadang karena emosi membakar kita bisa melontarkan kata-kata yang tanpa sadar membuat orang lain, termasuk pasangan mengalami sakit hati.

“Mungkin kita bisa meminta maaf ketika salah bicara, namun jika kita secara rutin mengatakan itu kepada pasangan kita, ada hal lain yang harus kita perhatikan,” jelas terapi klinis pernikahan dan keluarga berlisensi, Risa Ganel, dikutip dari Kompas.com, Kamis (4/4/2019).

Sebelum menyesal karena telah melukai perasaan orang tersayang melalui perkataan, intip hal-hal berikut ini yang terlarang diucapkan kepada sang pasangan, terutama ketika sedang marah. Catat dan jangan sampai keceplosan, ya?

1. Mengecilkan Hati Si Dia

Kalimat apapun yang membuat pasangan merasa diabaikan, diacuhkan, atau dikecilkan akan memberi dampak buruk bagi kesehatan batin mereka. Oleh karena itu sangatlah penting membuat pasangan merasa didengarkan.

Menurut terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, Saba Harouni Lurie, ketika kita tak memvalidasi perasaan seseorang, hal itu akan membuat orang tersebut tak lagi percaya dengan hal-hal yang mereka hadapi. Selain itu mereka juga akan mengalami kesulitan menjalin kedekatan dengan kita.

Baca Juga: Komitmen dalam Hubungan Asmara Bisa Terbaca dari 5 Gestur Sederhana, Coba Perhatikan Gerak Tubuh Pasangan

2. Meminta Pasangan Melupakan

Saat Anda mengatakan kepada seseorang untuk melupakan apa yang tengah mereka rasakan, hal ini bukan hanya tidak membantu, namun juga menjadi penanda bahwa Anda telah membuat perasaan mereka kecil yang kemudian membuat mereka makin jauh dari Anda.

Pasalnya, sikap ini menunjukkan bahwa Anda tak dapat diganggu oleh masalah mereka. Pernyataan tersebut membuat pasangan merasa tak dihargai. “Ini akan meningkatkan risiko kesehatan batin mereka, seperti depresi dan kecemasan,” ungkap Ganel.

3. Mengungkit Masa Lalu

Apa yang telah berlalu biarkanlah berlalu. Mengungkit masa lalu pasangan bisa menyalakan alarm bahaya. Hal ini terkadang bisa membawa dampak negatif yang sangat nyata. Terutama ketika mereka memiliki trauma di masa lalu yang tak ingin diungkit-ungkit kembali.

Konseling kaleidoskop, Nedra Glover Tawwab mengungkapkan, pasangan akan berbagi tentang segala hal yang membuat mereka rapuh. Namun, ia mengingatkan, jangan sekali pun mengingatkan kembali informasi atau menanyakan tentang hal tersebut.

Jika Anda merasakan si dia menunjukkan gelagat gelisah, ini menandakan mereka tak ingin membicarakannya. “Kamu akan merasa topik tersebut membuat mereka tidak nyaman jika mereka menghindarinya atau menyangkal bahwa mereka pernah memberitahumu sesuati,” ungkapnya.

4. Mengkategorisasikan ‘Selalu’ atau ‘Tidak Pernah’

Kalimat ini membuat pasangan merasa mereka terhenti pada satu pola perilaku tertentu. Komentar semacam ini akan membuat pasangan seperti diremehkan, dikritik berlebihan, bahkan dituduh, jelas terapis pernikahan dan keluarga tersertifikasi, Carrie Krawiec.

“Sikap itu seperti melakukan stereotype terhadap seseorang. Ini sama dengan kekerasan terhadap batasan pribadi sebab kamu tidak benar-benar bisa tahu tentang pengalaman seseorang,” ujar Krawiec kemudian.

5. Menggunakan Istilah Penyakit Mental

‘Depresi’, ‘bipolar’, atau ‘PTSD’ tanpa diagnosa untuk mengkritik pasangan atau orang lain dapat membawa dampak negatif bagi orang tersebut. “Itu bisa sangat menyakitkan ketika tidak disampaikan dengan perlakuan yang penuh kasih sayang,” tutur Tawwab.

6. Menghina

Pernahkah Anda menggunakan kalimat-kalimat hinaan seperti ‘Kamu seperti ibumu’, ‘Kamu dulu orang susah’, atau ‘Berhentilah terlalu dramatis’? Ternyata kalimat ini sangat jahat dan dapat menjatuhkan kehormatan seseorang. Apalagi jika Anda mengajak orang lain membicarakan hal tersebut.

“Mengajak orang untuk membicarakan tentang pribadi pasanganmu itu sangatlah berbahaya. Membuat malu di depan publik bukanlah cara yang tepat membuat seseorang memperbaiki diri,” jelas Tawwab lebih lanjut.

7. Mengatakan ‘Mereka Seharusnya Menjadi…’

Dengan Anda mengeluarkan kalimat agar pasangan seharusnya bisa menjadi sesuatu atau melakukan sesuatu dapat secara telak menghancurkannya. Kalimat ini akan membuat mereka tampak tak cukup baik. Selain itu mereka juga akan merasa seperti dikontrol.

Perkataan yang kita keluarkan dapat menyiratkan ekspektasi tertentu. “Semakin ekspektasi tersebut seperti sulit dicapai, akan semakin tidak bahagia kamu dan pasanganmu. Kebahagiaan adalah ketika ekspektasi tidak lebih tinggi dari realita,” jelas Krawiec.

Rajin berkomunikasi dari hati ke hati akan membantu menumbuhkan kasih sayang dengan pasangan. Jika Anda dan pasangan sama-sama sibuk dengan pekerjaan di kantor, luangkan beberapa saat untuk saling berbincang tanpa gadget sepulang kerja atau ketika berada di meja makan.