Makan Karbohidrat Malam Hari Bikin Gembrot? Tak Disangka Seperti Ini Faktanya


SURATKABAR.ID – Banyak yang mempercayai makan makanan yang mengandung karbohidrat di malam hari bisa membuat tubuh gembrot. Tak sedikit orang menganggap karbohidrat merupakan penyebab utama gagalnya upaya keras membentuk tubuh dengan berat badan ideal.

Namun ternyata, seperti yang dihimpun dari laman Tribunnews.com pada Jumat (5/4/2019), pernyataan bahwa mengondumsi karbohidrat di malam hari menyebabkan berat badan kita bertambah drastic terlalu berlebihan.

Dikutip Tribunnews dari DMarge, Graeme Tomlinson yang merupakan kapar kebugaran menegaskan makan karbohidrat membuat tubuh gendut adalah mitos belaka. Dan mitos ini, disebutkannya, tak pernah terbukti secara ilmiah.

Ia mengungkapkan bahwa kemungkinan mitos tersebut terlahir dari kenyataan di mana metabolisme manusia menjadi lebih lambat di malam hari, lantaran tubuh melakukan aktivitas lebih sedikit. Dan melalui unggahan di akun Instagram miliknya, Timlinson membongkar fakta di balik mitos tersebut.

Tomlinson menyoroti penelitian yang dipublikasikan dalam Obesity Journal. Sekelompok orang yang mengonsumsi karbohidrat menjadi obyek penelitian Obesity Journal. Dan dari studi mereka ditemukan perbedaan yang cukup mengejutkan.

Baca Juga: Masih Sering Makan Nasi Sisa Semalam? Ternyata Sebabkan Penyakit Berbahaya Ini

Diungkapkan dari hasil riset tersebut, para peserta paling banyak mengonsumsi karbohidrat ketika malam hari dibandingkan siang hari. Sebenarnya hal tersebutlah yang menyebabkan berat badan dan lingkar pinggang bertambah.

Selain itu, menurut penelitian lain yang dikutip Tomlinson, keyakinannya terkait mengonsumsi karbohidrat malam hari tak membuat perbedaan signifikan pada kebugaran tubuh kita, semakin terbukti.

View this post on Instagram

Whilst the mythical onslaught on those carbohydrates who like to stay up late has been circling for years, I doubt they were read in the journal of nutrition. Or any scientific journal for that matter. – – For years this ‘no carbs at night’ metabolic artifice has plagued us to the point where people trying to lose fat still believe in it’s validity. It’s concept was probably born out of the fact that our metabolism slows down as we may move less in evenings. And obviously sleep. – – But according to a study published by the obesity journal, a test group that ate most daily carbohydrates at dinner, compared to those who spread them out during the day, actually showed greater losses in total body weight, body fat and waist circumference. This study is a small sample, but proof that this fallacy is mythical. – – To summarize another study published in the Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Disease Journal, it found that eating carbs at night “may prevent midday hunger, better support weight loss and improve metabolic outcomes over conventional weight loss diets”. The study looked at macronutrient distribution throughout the day and its impact on hunger controlling hormones such as ghrelin, leptin and adiponectin. Subjects who consumed more carbs at night reported greater satiety. These are just two studies of course. – – Important considerations: Body composition is determined by total energy in vs energy out, regardless of food/nutrient type or time of day consumed. By eliminating carbs at night to lose fat, you are simply over complicating a way to reduce overall calorie intake. Our metabolism does not operate on a chronological timer, instead it operates when it is required to do so. – – It’s now after 6pm (in the U.K.). If you want carbohydrates and they fit your goal and enjoyment, eat them. ? – – #thefitnesschef #carbs #carbsafterdark #fatloss #nutritioncoach #nocarbs #fatlosstips #eatsmart #caloriedeficit #caloriecounting #dieting #nutritiontips #balanceddiet #fatlosscoach #fatlosshelp #carbsarelife

A post shared by ?????????Graeme Tomlinson (@thefitnesschef_) on

Menurut The Nutrition, Metabolism and Cardiovascular Disease yang dikutib Tomlinson, makan karbohidrat di malam hari malah dapat membantu menghindari rasa lapar berlebihan yang muncul di siang hari.

Fakta ini tentu sangat mendukung program penurunan berat badan serta meningkatkan hasil metabolisme jika dibandingkan dengan trik diet untuk menurunkan berat badan secara konvensional yang banyak dilakukan.

Bukan main-main. Kesimpulan penelitian tersebut ternuata berdasarkan distribusi makronutrien sepanjang hari dan juga dampak yang dirasakan hormon pengontrol rasa lapar, seperti ghrelin, leptin, dan adiponektin.

Tomlinson mencatat bahwa mereka yang lebih banyak mengonsumsi karbohidrat pada malam hari mengaku mengalami perasaan kenyang lebih besar. Ia juga mengungkapkan, komposisi tubuh kita ditentukan oleh berapa jumlah energi yang kita masukkan dan kita pakai.

Semua hal tersebut terlepas dari jenis makanan, nilai gizi, ataupun waktu ketika kita mengonsumsinya.

Jadi kesimpulannya, menghindari karbohidrat di malam hari cuma demi mewujudkan bentuk tubuh ideal merupakan cara yang sangat sia-sia. Alasannya, kita hanya menerapkan cara yang terlampau rumit dengan mengurangi asupan kalori secara keseluruhan.

Metabolisme manusia akan bekerja ketika dibutuhkan, bukan hanya beroperasi pada waktu-waktu kronologis saja. Oleh karena itu sama sekali tidak masalah jika kita mengonsumsi karbohidrat di malam hari. Hanya saja yang penting adalah mengatur porsinya serta makanan yang mendampinginya.