Waduh! Pandji Pragiwaksono Blak-Blakan Bilang “Tak Ada Alasan Milih Prabowo”, “Males Pilih Jokowi”. Ini Alasannya


SURATKABAR.ID – Komika Pandji Pragiwaksono baru-baru ini merilis video dengan judul yang cukup kontroversial. Dalam vlognya, ia menyatakan “Tak Ada Alasan Milih Prabowo (Subianto)” dan “Males Pilih Jokowi (Joko Widodo)”.

Sang komika tersebut, seperti yang diwartakan oleh Detik.com pada Jumat (5/4/2019), bergabung menjadi anggota Tim Sukses Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) pada Pilpres 2014. Lalu pada Pilkada 2016 lalu ia menjadi bagian dari Tim Sukses Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Tentu saja sikap yang ditunjukkan Pandji dalam videonya tersebut membuat banyak orang menafsirkannya sebagai bentuk dari kampanye Golongan Putih (Golput). Benarkah demikian? Menjawab hal tersebut, Pandji buka-bukaan di depan tim Detik.com.

“Padahal poinnya cuma mau membela hak orang yang ingin golput maupun yang belum memutuskan untuk memilih. Jangan mereka malah dituding sebagai pengecut,” ujar Pandji memberikan klarifikasi menanggapi penilaian masyarakat.

Ia menegaskan dirinya akan ikut andil dalam gelaran Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dengan memberikan hak suaranya dan memilih salah satu dari dua kandidat pasangan calon presiden yang bersaing.

Baca Juga: 3 Selebritis Ini Ungkap Alasan Mereka Mendukung Jokowi

Namun, hingga saat ini ia mengaku masih mempertimbangkan dengan bijaksana siapa figur yang akan ia percaya untuk memimpin Indonesia pada periode 2019 hingga 2024 nanti. Pasalnya untuk memilih satu calon pada Pilpres 2019 bukanlah hal mudah.

Pria kelahiran Singapura 18 Juni 1979 tersebut menilai sosok Ketua Umum Partai Gerindra ini masih dibebani dengan persoalan Hak Asasi Manusia (HAM) dari masa lalu. Selain itu, Prabowo, disebut Pandji belum teruji kepemimpinannya di lembaga sipil.

Sejumlah tokoh yang memiliki reputasi baik yang belakangan bergabung, mulai dari Sudirman Said, Bambang Widjojanto, Said Didu, dan Rizal Ramli, pada kenyataannya hanya dipercaya untuk menjadi juru bicara saja.

“Mana konsep pemberantasan korupsinya? Mana konsep kebijakan ekonomi yang substansial, bukan cuma ngomong sebatas tempe setipis ATM untuk mendapatkan simpati publik,” tutur pria pemilik nama lengkap Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo tersebut.

Sementara itu di kubu Calon Presiden Petahana, Pandji mengaku tidak melihat ada hal baru yang ditawarkan seperti dalam Pilpres 2014. Khususnya, disebutkan lulusan Seni Rupa dan Desain ITB ini, dalam penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM. Pandji menilai Jokowi justru tampak seolah abai.

Ia kemudian mengambil contoh dalam kasus Munir serta tak ketinggalan kasus penyiraman air keras yang menyasar penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Kedua kasus tersebut tak kunjung menemukan secercah harapan akan tuntas.

Belum lagi, diungkapkan Pandji, mantan Wali Kota Solo tersebut belakangan malah membebaskan figur-figur yang memiliki reputasi negatif justru masuk ke dalam lingkarannya. “Itu tidak setia dengan branding awalnya bahwa Pak Jokowi sebagai Orang Baik,” ujarnya.

Meski demikian, Pandji secara terang-terangan mengakui Jokowi memiliki sejumlah peran penting selama 4,5 tahun menduduki kursi kepresidenan. Seperti misalnya kebijakan yang dikeluarkan Jokowi melalui Badan Ekonomi Kreatif, yang menurutnya berpihak pada pekerja seni sepertinya.