Diduga Perdayai Bos Maspion Rp 149 M, Ini Fakta Penangkapan Mantan Wagub Bali Sudikerta di Bandara


SURATKABAR.ID – Mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta diamankan Ditreskrimsus Polda Bali di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Tersangka ditangkap atas dugaan kasus penipuan dan penggelapan tanah senilai Rp 149 miliar.

Sudikerta, dilansir dari laman Detik.com, tiba di Polda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Bali, Kamis (4/4) sekitar pukul 15.00 Wita. Datang dengan mengenakan kaos polo putih dan kacamata hitam, Sudikerta hanya melemparkan senyum sembari menangkis kamera pewarta.

Di bawah kawalan penyidik, Sudikerta terus melangkah menuju lantai tiga Ditreskrimum Polda Bali. Ia sebenarnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan hari ini. Namun hingga siang Sudikerta tak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Ia malah terpantau berada di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, eks Wagub Bali tersebut telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan dan penggelapan tanah Rp 149 miliar pada akhir 2018 lalu. Tak hanya itu. Sudikerta juga dijerat dengan pasal pencucian uang.

“Terkait penetapan Pak Sudikerta selaku tersangka dalam kasus penipuan, penggelapan, termasuk juga penggelapan dokumen dan pencucian uang,” ungkap Dirkrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho dalam jumpa pers yang digelar di Mapolda Bali, Senin (3/12/208) lalu.

Baca Juga: Waduh! Cicit Soeharto Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Gara-Gara Ini

Adapun kasus yang menjerat Sudikerta tersebut berawal mula pada tahun 2013 silam. Ketika itu Sudikerta menawarkan dua obyek tanah yang diklaim sebagai miliknya di kawasan Jimbaran, kepada bos Maspion Ali Markus.

Baru belakangan diketahui, salah satu obyek tanah yang diakuinya sebagai miliknya tersebut ternyata merupakan milik pura, tempat ibadah. Sementara satu tanah lainnya lagi telah ia jual kepada perusahaan lain.

Padahal dari kedua obyek tanah yang ditawarkan kepadanya oleh Sudikerta, pihak Ali Markus telah menyetorkan uang sebesar Rp 149 miliar. Sementara mantan Wagub Bali sebagai tersangka penipuan diduga turut berperan aktif dalam kasus jual-beli dua obyek tanah yang terletak di kawasan Jimbaran.

“Kebetulan yang SHM nomor 5048 adalah punya pura, yang satunya lagi SHM 16249 sekitar 3.300 m2 ini sebelumnya sudah dijual ke PT Dua Kelinci sehingga di sinilah satu keadaan palsunya. Ini alat gerak dari Pak Sudikerta untuk menipu pihak Maspion,” tutur Kombes Yuliar Kus Nugroho.

Diketahui, Sudikerta adalah Wakil Gubernur Bali untuk periode 2013 hingga 2018 mendampingi Gubernur Made Pastika. Sebelum menjadi Wagub, ia menduduki jabatan sebagai Wakil Bupati Badung. Pada 2018, ia mencoba peruntungan di kancah Pilgub Bali, namun sayang Wayan Koster yang menjadi lawannya berhasil mengalahkan Sudikerta dan menjadi Gubernur Bali.

Resmi Ditahan

Eks Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta akhirnya resmi ditahan polisi setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan selama sekitar 5 jam di Polda Bali, Jalan WR Supratman, Denpasar, Bali. “Sudah ditahan Sudikerta,” jelas Dirkrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho melalui pesan singkat, Kamis (4/4).

Sudikerta dibekuk di Gate 3 Penerbangan Domestik Bandara Ngurah Rai, Kamis (4/4) siang. Diketahui ia berencana bertolak menuju Jakarta. “Tersangka SDK sudah ditangkap Kamis, 4 April 2019 pukul 14.19 Wita di Gate 3 penerbangan domestik tujuan ke Jakarta di Bandara Ngurah Rai, Bali,” ungkap Kabid Humas Polda Bali Kombes Hengky Widjaja saat dimintai konfirmasi.

Atas perbuatannya tersebut, Sudikerta dijerat Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 263 Ayat (2) KUHP dan/atau Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010, yang mengatur tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Selain terancam hukuman kurungan penjara maksimal 20 tahun, Sudikerta juga terancam denda paling banyak Rp 10 miliar.