Gelapkan Uang Rp 800 Juta, Caleg PSI Ini Diciduk Polisi. Ternyata Uangnya Untuk…


SURATKABAR.ID – Seorang calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) harus diciduk oleh pihak kepolisian karena menggelapkan uang sebesar Rp 800 juta. Caleg tersebut dilaporkan ke polisi atas penggelapan uang koperasi. Yang membuat miris, ternyata uangratusan juta tersebut malah digunakan untuk bermain judi. Diketahui, selama ini pelaku yang berinisial SD (45) tersebut memang dikenal hobi bermain judi.

Menukil laporan Batam.TribunNews.com, Kamis (04/04/2019), pelaku berinisial SD (45) ini tercatat sebagai warga Dusun Ladangan, Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang. Atas perbuatannya, kini ia harus berurusan dengan pihak kepolisian Polsek Ngabang. SD diduga telah menggelapkan uang anggota KSU Gagas Batuah sebesar Rp 812 juta.

SD yang juga merupakan Ketua KSU Gagas Batuah tersebut dilaporkan oleh Ketua Badan Pengawas KSU Gagas Batuah karena menggelapkan uang hasil penjualan Tandan Buah Segar (TBS) milik anggota KSU Gagas Batuah periode Juni, Juli, dan Agustus 2018.

Usut punya usut, SD yang sedang tersandung kasus hukum ini, tercatat sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Landak Dapil 1 (Ngabang-Jelimpo) dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) nomor urut 5.

Namanya terdaftar dalam DPT di website KPU Landak yang bisa diunggah. Status SD yang merupakan Caleg PSI juga dibenarkan oleh Ketua PSI Landak Mori.

Baca juga: Wanita Ini Dinikahi Pejabat Lalu Dicerai Lewat SMS 4 Hari Kemudian, Kehidupannya Kini Berubah Drastis!

“Iya, tapi nanti akan saya kasih penjelasan,” ungkap Mori singkat sewaktu dihubungi oleh pers via telepon pada Selasa (02/04/2019).

Sebelumnya diberitakan, Panit 2 Reskrim Polsek Ngabang Bripka Sugiyanto mengungkapkan, SD telah mengakui bahwa dirinya menggunakan uang milik Koperasi tersebut untuk berjudi.

“Rencana SD, dengan uang kemenangan judi nantinya akan dipergunakan untuk menutupi kekurangan hasil panen di tiga wilayah yang minim hasil panen. Bahkan tidak ada yang menghasilkan dari delapan wilayah naungan KSU Gagas Batuah,” papar Bripka Sugiyanto.

“Itu menurut pengakuannya, yang pasti dia telah menggelapkan uang koperasi. Kita akan kenakan pasal penggelapan dengan pemberatan, sesuai pasal 374 KUHP, dengan ancaman pejara paling lama 5 tahun,” imbuhnya kemudian.

Sebagai informasi, KSU Gagas Batuah merupakan sebuah Koperasi yang bermitra dengan perusahaan perkebunan sawit PT SSS yang berareal di Desa Pak Mayam, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.

Kapolsek Ngabang Kompol Ida Bagus Gede Sinung membenarkan kasus tersebut.

Setiap pertengahan bulan, SD mengambil cek hasil penjualan TBS di PT SSS. Setelah itu cek tersebut kemudian dicairkan di Bank Mandiri tanpa didampingi Bendahara KSU. Berdasarkan hasil kesepakatan seluruh anggota KSU bahwa, uang penjualan TBS akan dibagikan setiap tiga bulan sekali. Namun saat jatuh tempo hingga Setember 2018, uang tersebut tak kunjung ada.

Proses penyelesaian dengan harapan agar uang tersebut akan diganti telah terjadi sebanyak dua kali mediasi. Bahkan hingga dibuatkan surat pernyataan. Namun karena tampak tak ada itikad baik pelaku untuk mengganti, akhirnya SD dilaporkan ke Polsek Ngabang.

Kini SD mendekam di rutan Polsek Ngabang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Jadi pihak pelapor tak ingin bermediasi lagi, karena tidak ada tanda-tanda etikad baik. Makanya pihak pelapor ingin kasusnya diproses sesuai hukum yang berlaku,” tukas Kapolsek.