Cuitan Burhanudin Muhtadi Soal Kader HTI Masuk Muhammadiyah Bakal Berbuntut Panjang


SURATKABAR.ID – Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi terancam akan dilaporkan ke polisi oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah. Ketegasan ini diambil karena cuitan Burhanuddin yang menyebut Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) masuk dalam Persyarikatan Muhammadiyah di era kepemimpinan Din Syamsuddin.

Seperti dilansir dari reportase Viva.co.id, Selasa (02/04/2019), pernyataan Burhanuddin itu diunggah pada Minggu (31/03/2019) kemarin. Saat itu sedang ada pembahasan soal khilafah dan khalifah oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin.

“Saya lupa ternyata di tulisan saya ttg The Quest for Hizbut Tahrir in Indonesia (h. 629-630) saya mencatat pada masa beliau jadi Ketum Muhammadiyah inilah masuk aktivis-aktivis HTI ke Muhammadiyah dan MUI,” demikian isi cuitan Burhanuddin.

Sementara itu, Ketua Hukum dan HAM PP Pemuda Muhammadiyah, Razikin mengungkapkan bahwa PP Pemuda Muhammadiyah menyayangkan cuitan Burhanuddin yang menyebut aktivis-aktivis HTI masuk ke Muhammadiyah pada masa Ketua Umum Din Syamsuddin.

Baca juga: Ada 3 Sejarah April Mop, Salah Satunya Pembantaian Sadis Masyarakat Muslim. Begini Kisahnya

Organisasi otonom Persyarikatan Muhammasiyah itu menganggap, Burhanuddin harus bisa memberikan klarifikasinya. Sebab bisa jadi tuduhan kader HTI masuk Muhammadiyah, merusak nama baik ormas yang didirikan KH Ahmad Dahlan tersebut.

“Apabila dalam waktu 1×24 jam saudara Burhanudin tidak mengklarifikasi dan menyebut siapa aktivis-aktivis HTI yang dimaksud, maka Burhanuddin akan mempertanggungjawabkan cuitannya ke ranah hukum. Karena jika tidak terbukti cuitan tersebut merusak nama besar ormas Muhammadiyah,” tandas Razikin.

Permintaan Maaf

Setelah mendapat ancaman pelaporan ke polisi oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, terkait cuitannya, Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi pun meminta maaf.

Melalui akun Twitternya, @BurhanMuhtadi, ia menyampaikan permohonan maaf atas cuitan tersebut. Bahkan, ia langsung menjelaskan ke Din perihal pernyataan yang membuat eksponen Pemuda Muhammadiyah geram.

“Saya mohon maaf jika twit saya menyinggung beliau dan Muhammadiyah. Saya sudah jelaskan panjang lebar ke Kak Din. Tadi beliau WA ke saya. Kebetulan saya pas lagi di pesawat ke Malang. Setelah peluncuran buku saya selesai saya sudah jelaskan sekaligus minta maaf jika kurang berkenan,” tulis Burhanuddin¬†membalas akun Twitter Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah @PPPemudaMu, Senin (01/04/2019).

Menyikapi permintaan maaf itu, Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Razikin, mengatakan pihaknya mengapresiasi sikap Burhanuddin. Permintaan maaf itu diterima.

“Semoga menjadi pelajaran bagi siapapun agar berhati-hati mengeluarkan pernyataan ataupun bertindak,” ujar Razikin.

Pihaknya memahami, Burhanuddin juga ialah seorang peneliti. Maka Muhammadiyah mempersilakan bagi siapapun untuk melakukan penelitian di organisasi itu. Namun yang jelas, imbuh Razikin, komitmen Persyarikatan Muhammadiyah terhadap tegaknya NKRI dan ideologi Pancasila sudah tak perlu diragukan lagi.

“Jadi tidak ada sedikitpun bagi Muhammadiyah berpikiran mendukung gerakan anti Pancasila, yang justru Muhammadiyah menyadarkan mereka,” tandasnya.

Sebelumnya, organisasi otonom Persyarikatan Muhammadiyah itu menganggap Burhanuddin harus bisa memberikan klarifikasinya. Sebab, bisa jadi tuduhan kader HTI masuk Muhammadiyah merusak nama baik ormas.