Di Hadapan Ratusan WNI di Jepang, TGB Beberkan Alasannya Dukung Jokowi. Ternyata…


SURATKABAR.ID – Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, TGH Muhammad Zainul Majdi atau yang lebih akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dan Usman Kansong tampak hadir dalam acara deklarasi dukungan untuk pasangan calon 01 di Nagoya, Jepang, Minggu (31/3).

Dalam deklarasi tersebut, seperti yang dihimpun dari laman Republika.co.id, ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Nagoya dengan tekad bulat menyatakan dukungannya untuk kubu Jokowi. Mereka menyatakan sama sekali tidak mendapat tekanan atau keraguan dalam memberikan dukungan.

Pada kesempatan tersebut, TGB dalam arahannya, mengungkapkan alasan mengapa ia memutuskan untuk mendukung Calon Presiden Petahana Jokowi. Ia menilai Jokowi merupakan sosok pemimpin yang selama empat tahun telah bekerja demi kepentingan rakyat.

“Jokowi itu pemimpin yang berasal dari rakyat kebanyakan yang telah bekerja untuk rakyat demi mencapai keadilan,” ujar TGB di hadapan ratusan WNI yang menghadiri acara deklarasi untuk pasangan capres-cawapres 01 di Nagoya tersebut.

Baca Juga: Istana: Pak Jokowi Tuh Orang yang Nggak Bisa ‘Dibisikin’

Sementara itu, Direktur Komunikasi Politik TKN Usman Kansong meminta WNI di Nagoya untuk turut aktif berpartisipasi dalam Pemilihan Presiden 2019. Di Jepang, wakti pemilihan akan digelar pada 14 April 2019.

“Coblos yang pakai baju putih,” seru Usman dengan tegas.

Tak kurang dari 500 WNI tampak hadir dalam acara deklarasi yang digelar di Nagoya tersebut. Acara deklarasi untuk pasangan calon 01 dimeriahkan dengan hiburan, mulai dari pertunjukan tarian daerah hingga lagu-lagu.

Jelang hari pemilihan umum (pemilu), TKN menyatakan, elektabilitas Jokowi masih tinggi. TKN meyakini capres petahana ini akan tetap berada di posisi menguntungkan dan mengantongi banyak suara ketika hari H pada 17 April nanti.

“Kalau kita melihat hasil survei yang dikeluarkan lembaga nasional, angka Pak Jokowi lebih tinggi,” ujar Direktur Hukum dan Advokasi TKN, Ade Irfan Pulungan melalui sambungan telepon, pada Minggu (31/3) kemarin.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa, hasil survei tersebut bukan satu-satunya yang dijadikan sebagai tolak ukur dalam penghitungan suara masyarakat terhadap paslon 01. TKN hanya menggunakan hasil survei yang dilakukan berbagai lembaga survei nasional itu sebagai pembanding.

Hal yang paling penting, menurutnya, adalah bagaimana pendekatan Jokowi-Ma’ruf dalam kampanye terbuka demi untuk meraih simpati masyarakat. “Kita tidak serta-merta berpatokan itu. Bagi kami (hasil survei) hanya sebagai pembanding untuk melihat sejauh mana kepuasan publik,” ujar Ade.